04 March 2020, 10:24 WIB

Banjir Landa Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

BANJIR merendam sedikitnya empat kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, Rabu (4/3) pukul 05.00 WITA.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatat empat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Sangkub, Kecamatan Bintauna, Kecamatan Bolangitang Timur dan Bolangintang Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengatakan banjir disebabkan oleh jebolnya salah satu tanggul sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi merendam permukiman dan lahan pertanian dengan tinggi muka air berkisar antara 60-120 sentimeter.

"Jalan menuju lokasi kejadian juga tertutup material longsor," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (4/3).

Agus menyebut belum ada laporan korban atas peristiwa ini. Begitu juga Kerugian serta dampak lain dari banjir tersebut masih dalam pendataan.

Sementara itu, bannjir bandang juga menerjang Desa Lengkeka, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur dan menyebabkan air bah turun dari wilayah atas penggunungan membawa material kayu, batu dan lumpur.

Menurut data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso sedikitnya 10 rumah hanyut, 11 rumah rusak berat dan kurang lebih 51 rumah rusak ringan.

Hingga sejauh ini data korban dilaporkan 1 warga hilang atas nama Ibu Bambang diduga terbawa arus dan masih dalam pencarian oleh tim gabungan dari Koramil, Polsek dan BPBD.

Selain itu banjir yang terjadi Selasa (3/3) pada pukul 15.25 WITA, memaksa kurang lebih 900 jiwa mengungsi ke kantor Kecamatan Lore Barat.

Hingga saat ini tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan membantu proses tanggap darurat di lokasi kejadian. Sementara dilaporkan kendala yang dihadapi adalah sulitnya sinyal internet di lokasi sehingga menghambat proses pelaporan. (Fer/OL-09)

BERITA TERKAIT