04 March 2020, 10:07 WIB

Masker Langka dan Mahal di Pematangsiantar


Apul Iskandar | Nusantara

SEMENJAK virus korona atau COVID-19 masuk ke Indoneisa, membuat warga mulai memburu masker. Tidak terkecuali di Pematangsiantar, Sumatra Utara, ketersediaan masker mulai langka. Saragih, warga Pematangsiantar mengaku, sejak wabah virus korona mulai merebak, ia sudah memburu masker ke sejumlah apotek termasuk apotek besar, namun stok masker habis.

"Kalau ada masker pun yang biasanya dijual eceran Rp1.500 per lembar, kini dijual Rp6.000 per lembar," kata Saragih saat ditemui di sebuah apotek, Rabu (4/3).

Salah satu pegawai Apotek yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan dalam satu minggu ini permintaan masker melonjak tinggi semenjak wabah virus korona merebak.

"Untuk saat ini, persediaan masker telah kosong disebabkan permintaan dan pembelian masker yang cukup tinggi. Padahal selama ini kami tidak pernah mengalami kekosongan masker," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan  Pemerintah Kotamadya Pematangsiantar dr Ronald Saragih mengimbau agar seluruh warga Pematangsiantar untuk   tidak panik ataupun cemas terhadap virus korona.

baca juga: Penumpang Luar Negeri ke Pekanbaru Menurun Akibat Korona

"Untuk tindakan preventif atau pencegahan, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di rumah tangga dan lingkungan masing-masing. Dan yang terpenting adalah janga panik dan cemas," sebut Ronald.

Ia juga meminta para kepala puskemsas yang ada di Pematangsiantar   untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada warga sekitar terkait virus korona dan pencegahannya. (OL-3)

BERITA TERKAIT