04 March 2020, 09:24 WIB

Pemkab Bantu Korban Banjir


(CS/MG/LD/RF/N-2) | Nusantara

HUJAN deras jadi musuh pe-tani di wilayah lumbung padi Jawa Barat, Kabupaten Karawang. Penananam benih padi di awal musim penghujan lalu berantakan karena 1.874 hektare lahan hancur karena terendam banjir.

"Saat ini, untuk membantu petani, kami tengah mengajukan bantuan benih dan pupuk ke Kementerian Pertanian. Kami juga mengimbau petani yang lahannya berada di areal rawan banjir untuk tidak menanam sampai puncak musim penghujan berlalu pada akhir Maret," ungkap Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Padi, Yuyu Yudaswara, kemarin.

Banjir besar yang tahun ini juga menerjang Karawang, lanjutnya, sebenarnya telah menenggelamkan 4.996 hektare sawah. Namun, yang mengalami rusak berat dan puso sekitar 1.874 hektare.

Kemarin, bencana juga me-nimpa warga Desa Sapekan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Angin kencang yang menyertai hujan meruntuhkan atap 16 bangunan di desa itu. "Tidak ada korban dalam kejadian ini. Kami masih mendata kerugian warga," ujar Camat Sapeken, Mohammad Fajar.

Meski pada awal pekan ini curah hujan mulai menurun, pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung, Cilacap, Rendi Krisnawan mengingatkan warga di Jawa Tengah bagian selatan untuk tetap waspada. Pasalnya, puncak musim hujan masih akan terjadi pada 10 hari di awal Maret.

"Curah hujan bisa menca-pai 150-200 mm dan ini termasuk tinggi. Hujan paling deras terjadi di pegunungan bagian tengah dan Jateng selatan," jelasnya.

Di Bangka Belitung, tahun ini, bencana banjir tidak separah tahun sebelumnya. Untuk menekan angka kejadian dan intensitasnya, Dinas Pekerja-an Umum dan Penataan ruang sudah menggelar rencana pe-ngendalian banjir untuk tahun depan. "Bersama organisasi perangkat daerah lain, kami menyatukan persepsi agar pembangunan bisa terpadu," tegas Kepala Dinas PUPR Noviar Ishak. (CS/MG/LD/RF/N-2)

BERITA TERKAIT