04 March 2020, 09:06 WIB

Erupsi Merapi masih akan Terjadi Lagi


AT/AU/WJ/FR/JS/TS/N-2 | Nusantara

SATU jam setelah su-buh, warga Yogyakarta dan sebagian daerah di Jawa Tengah dikejutkan dengan dentuman dari kawah Gunung Merapi. Erupsi pada pukul 05.22 WIB itu ditandai dengan lontaran material kawah dan awan panas yang membentuk kolom erupsi se-tinggi 6 kilometer.

"Status Gunung Merapi masih di tingkat Waspada. Status ini berlaku sejak 21 Mei 2018," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, Hanik Humaida.

Dua jam kemudian, warga Kabupaten Boyolali dan Suko-harjo, Jawa Tengah, diguyur hujan abu tipis.

Abu vulkanis pun membuat jalan, atap rumah, dan daun tanaman berubah menjadi putih.

Selain dampak itu, Bandara Adi Soemarmo Solo, yang berada di wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, juga harus melakukan pembatalan penerbangan. Bandara ditutup sejak pagi dan baru dibuka lagi pada pukul 15.30 WIB.

"Ada 13 penerbangan yang harus dibatalkan selama penutupan bandara. Bebe-rapa maskapai yang harus melakukannya, di antaranya Lion Air, Wing Air, Air Asia, Citilink, dan Garuda Indonesia," papar Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait.

Maskapai itu melayani penerbangan ke Jakarta, Bandung, dan Bali. "Bandara sudah dibuka lagi karena sudah tidak ada sebaran abu vulkanis pada landasan pacu dan apron," tambah Yohanes.

Sementara itu, dua bandara di Yogyakarta, yakni Adi Sucipto dan Yogyakarta International Airport tidak terdampak dan bisa normal melayani penerbangan. Bandara Ahmad Yani di Semarang juga bernasib sama.

Selama 2020, Merapi sudah tiga kali erupsi. Yang pertama pada 4 Januari, yang menim-bulkan hujan abu tipis di Cepogo, Boyolali. Erupsi kedua pada 13 Februari dan yang terakhir kemarin.

"Kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Ancaman bahaya letusan itu berupa awan panas yang bersumber dari bongkaran material kubah lava dan lontaran material vulkanis," jelas Hanik Humaida.

Ia meminta warga untuk tetap tenang. "Bisa berakti-vitas seperti biasa di luar radius 3 kilometer dari puncak Merapi."

Kerepotan akibat abu Merapi langsung disikapi Polres Boyolali dengan melakukan pembersihan di jalan raya. Dengan kendaraan taktis penyemprot air, aparat menyingkirkan debu dari jalan. "Agar tebaran abu Merapi tidak membahayakan pengguna jalan, yang terganggu pandangan saat lewat," ungkap Wakil Kepala Polres Komisaris Donny Eko Listianto.

Selain itu, pembagian masker juga dilakukan di Boyolali dan Klaten. (AT/AU/WJ/FR/JS/TS/N-2)

BERITA TERKAIT