04 March 2020, 09:35 WIB

Menag Tekankan Toleransi Beragama


Ant/H-1 | Humaniora

KEBERAGAMAN yang dimiliki Indonesia mulai suku bangsa, ras, maupun agama diakui menjadi salah satu potensi besar munculnya konflik. Untuk itu, toleransi menjadi faktor dominan sebagai penguat untuk menciptakan kerukunan masyarakat.

"Toleransi harus dimiliki bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan. Kami selalu ingin mengajak semua pihak untuk meningkatkan toleransi dalam setiap kehidupan sebab ini merupakan bagian dari kekuatan kita," jelas Menteri Agama Fachrul Razi dalam tausiahnya bertema Pemuda Indonesia unggul untuk Indonesia maju di Universitas Hasanuddin, Makassar, kemarin.

Pada kesempatan itu, Menag juga memaparkan program moderasi beragama. Menurutnya, program ini tidak untuk memoderatkan agamanya sebab agama itu pada dasarnya moderat. "Tapi cara kita beradaptasi dan beragama itu yang perlu kita moderatkan. Kami selalu ingin mengajak semua pihak untuk meningkatkan toleransi dalam setiap kehidupan sebab ini merupakan bagian dari kekuatan kita," jelasnya. Ia pun mengajak para peserta yang hadir untuk menunjukkan bahwa Islam menekankan perdamaian dan toleransi. Hal ini menjadi kunci kerukunan dan pemersatu di antara banyaknya perbedaan yang ada di Indonesia.

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu menyambut baik kunjungan Menag dan bertemu dengan mahasiswa serta sivitas akademika Unhas. Dwia mengatakan Unhas selalu berupaya untuk menerapkan sikap toleransi di antara umat beragama yang ada di Unhas.

"Kita ada 16 fakultas yang memiliki musala dan dikelola dengan baik. Unhas juga menyediakan wadah pengembangan dan pembinaan keagamaan melalui organisasi, seperti Mahasiswa Pencinta Musholla (MPM). Kita ada Gerakan Unhas Mengaji dan Sholat Berjamaah yang dilaksanakan setiap Selasa. Ini semua dimaksudkan untuk memperkuat karakter mahasiswa dengan berbasis nilai-nilai keagamaan," jelas Dwia. (Ant/H-1)

BERITA TERKAIT