04 March 2020, 08:30 WIB

Lewat Telepon, Trump-Taliban Bicara Perdamaian di Afghanistan


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan ia telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan pemimpin Taliban mengenai proses perdamaian di Afghanistan. Hal tersebut pertama kali disampaikan pemberontak mengenai sambungan telepon yang sangat tidak biasa antara Trump dan mantan pejuang Taliban Mullah Baradar.

Dikutip dari AFP, Selasa (3/3), pembicaraan tersebut berlangsung selama 35 menit. Trump pun mengonfirmasi pembicaraan tersebut.

"Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan pemimpin Taliban hari ini," kata Trump di Washington.

"Hubungan saya dengan mullah sangat baik. Kami memiliki percakapan yang panjang hari ini dan Anda tahu, mereka ingin menghentikan kekerasan, mereka juga ingin menghentikan kekerasan," jelas Trump.

Dalam sebuah transkrip panggilan telepon yang dikeluarkan Taliban, Mullah Baradar mendesak Trump mengambil tindakan tegas sehubungan dengan penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

Baca juga: Ramai-Ramai Mendukung Biden

Panggilan tersebut berlangsung sekitar pukul 14.40 waktu setempat, Selasa (3/3), yakni sehari setelah militan mengakhiri gencatan senjata sebagian yang dimaksudkan sebagai langkah pertama dalam kesepakatan damai yang lebih luas dalam perjanjian AS-Taliban yang ditandatangani pada Sabtu.

Kerusuhan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pembicaraan antara pemberontak dan pemerintah Afghanistan yang didukung AS di Kabul yang akan dimulai 10 Maret.

Trump telah menggembar-gemborkan perjanjian damai sebagai cara untuk mengakhiri pertikaian berdarah.

Menurut ketentuan perjanjian itu, AS dan pasukan asing lainnya akan meninggalkan Afghanistan dalam waktu 14 bulan, asalkan Taliban memenuhi janji dan mengadakan pembicaraan dengan pemerintah di Kabul.

Perjanjian itu juga mencakup komitmen untuk menukar 5.000 tahanan Taliban yang ditahan oleh pemerintah Afghanistan dengan imbalan 1.000 tawanan.

Setelah penandatanganan kesepakatan pada Sabtu (29/2), Taliban secara terbuka mengklaim "kemenangan" atas AS dan pada Senin (2/3) mereka mengumumkan diakhirinya gencatan senjata sebagian dan melanjutkan serangan mereka terhadap pasukan nasional Afghanistan.

Sejak Senin (2/3), Taliban melakukan 33 serangan di 16 dari 34 provinsi Afghanistan, kata juru bicara kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi.

"Akibatnya, enam warga sipil tewas dan 14 lainnya luka-luka. Delapan musuh juga tewas, 15 orang luka-luka," katanya melalui akun Twitter.

Dua tentara tewas dalam salah satu serangan di Provinsi Kandahar selatan, kata satu pernyataan pemerintah. Sementara itu, serangan di Provinsi Logar dekat Kabul menewaskan lima pasukan keamanan, kata juru bicara gubernur provinsi tersebut Didar Lawang kepada AFP. (OL-1)

BERITA TERKAIT