03 March 2020, 21:49 WIB

21 Pasien Suspect Korona di Bekasi Dinyatakan Negatif


Gana Buana | Megapolitan

SEBANYAK 21 pasien suspect virus korona yang terdiri dari 18 pasien pemantauan dan tiga pasien dalam pengawasan di Kota Bekasi dinyatakan negatif terinfeksi virus korona Covid-19

Hasil ini didapat setelah seluruh pasien menjalani tes pemeriksaan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Bitbangkes) Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, indikator awal suspect adalah pasien pernah melakukan perjalan ke negara yang sudah terdampak korona. Bahkan, di antaranya pernah kontak secara tidak langsung atau langsung dengan penderita.

“Indikator mereka yang melakukan perjalanan ke negara yang terdampak korona. Dan seluruh pasien aman, berdasarkan hasil tes, hasilnya negatif dan sudah dipulangkan. Masyarakat Kota Bekasi tak perlu cemas,” ujar Tanti, Selasa (3/1).

Baca juga : Guru Dievakuasi Karena Korona, Sekolah ACG Diliburkan 14 Hari

Tanti mengatakan, untuk seorang pasien suspect Corona meninggal pagi tadi di Rumah Sakit dr. Hafidz (RSDH) Cianjur juga tidak terdeteksi terserang virus tersebut. Bahkan, Kemenkes menyatakan pasien tersebut negatif virus korona dan bukan warga berdomisili di Kota Bekasi.

“Kita terus berkoordinasi dengan Dinkes yang ada diberbagai wilayah dan Kementerian, cepat tanggap juga terhadap informasi yang berkembang dimasyarakat. Seperti yang di Cianjur, Kementerian juga sudah menyatakan negatif Virus Corona. Dan bukan warga Kota Bekasi,” jelas dia.

Di sisi lain, Dinkes Kota Bekasi akan menggencarkan  sosialisasi tentang virus korona kepada masyarakat umum. Mulai dari cara pencegahan, hingga penanganan yang harus dilakukan ketika ada seseorang yang diduga terjangkit.

“Kami memberikan edukasi melalui berbagai media, dengan selalu menekankan pentingnya pola hidup sehat seperti mencuci tangan saat atau setelah bepergian dan juga ketika akan makan. Kemudian bagi mereka yang sakit selalu menggunakan masker, demi mencegah penularan kepada orang lain. Jika memang memiliki gejala-gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, flu, sesak nafas, batuk parah, dan sakit tenggorokan dihimbau untuk merujuk ke puskes dan rumah sakit terdekat,” tandas dia. (OL-7)

BERITA TERKAIT