04 March 2020, 00:45 WIB

Nadia Mulya Tetap Melangkah


Ferdian Ananda Majni | Hiburan

taiching: Tidak berhenti dengan satu mimpi, Nadia mengembangkan sayapnya dengan melakukan banyak profesi.

PRESENTER Nadia Mulya, 40, tidak puas hanya menjaga eksistensi di dunia hiburan dengan memandu sejumlah acara televisi. Ia melebarkan sayap dan merambah dunia ke fesyen dengan merilis lini busana. Dengan menggandeng model Jesslyn Lim dan berkolaborasi dengan fashion stylist Bima Wijaksana, ia meluncurkan busana ready to wear berlabel two nineteen di Jakarta, pekan lalu.

"Rasanya senang sekali bisa merealisasikan ide besar yang sudah kami rencanakan sejak akhir 2019 lalu," ujar Nadia ketika ditemui dalam acara launching.

"Jujur (persiapan) ini terbilang singkat, melalui perbincangan yang santai, tapi tetap serius akhirnya kami sepakat membuat busana ready to wear yang stylish tentunya dengan wearability tinggi," lanjutnya.

Ia mengungkapkan merek lini busana yang diluncurkan terinspirasi dari tanggal lahir mereka bertiga yang jatuh pada 19 Februari. Nadia mengatakan kesamaan hari lahir tersebut bukanlah kebetulan. "Segala sesuatu yang terjadi dan semua orang yang kita temui memang sudah digariskan," terangnya.

Lini fesyen tersebut hadir dengan koleksi serbaputih dengan aksen leher dan puff sleeve, detail bit over the top, serta model kemeja, ruffle dress dan sleeveless, dengan detail-detail yang unik.

Nadia Mulya menegaskan bahwa koleksinya itu sangat minim limbah fesyen. "Mulai dari bikin desain, ngejait, sampai mengemas benar-benar kita minim limbah. Baju ini juga bisa digunakan berulang-ulang karena mudah dipadupadankan," papar Nadia.

"Semoga fesyen brand kami bisa berkembang, bertahan, diperhitungkan, dan tentunya cuan!" lanjutnya.

Pengalaman pertama

Nadia Mulya bukan orang baru dalam industri hiburan di Tanah Air. Ia menjadi juara kedua dalam kontes kecantikan Putri Indonesia 2004 sekaligus terpilih sebagai putri pariwisata. Lulusan

University of Reading England International Managemen itu pun menjajal dunia presenter.

Pengalaman pertamanya ialah menjadi MC di sebuah acara di pasar swalayan. "Di situ ada fashion show juga. Aku merasa dikacangin banget sama pengunjung, apalagi pas doorprize," kenangnya.

Penonton yang setia memperhatikan aksinya sebagai pembawa acara ialah teman-temannya. "Yang bikin cringeworthy itu pas lihat temanku yang nonton mukanya begini (meringis canggung)," ujarnya tertawa.

Bisa dibilang bahwa pekerjaan pertamanya bukan yang terbaik. Mungkin salah satu yang paling membuat Nadia ingin menutup wajah karena betul-betul canggung mengingat dia belum berpengalaman. "Enggak mungkin pengalaman pertama seindah bayangan."

Namun, proses itu tetap ia jalani. Rasa gugup dan takut yang melanda setiap kali ingin manggung selalu dihadapi. Tawaran demi tawaran ia terima meski skalanya kecil karena Nadia tak mau melewatkan kesempatan.

Pada 2002 pula, Nadya Mulia pernah membuktikan kemampuan aktingnya dengan membintangi film Andai Ia Tahu.

Perempuan yang aktif dalam Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik itu juga menulis sejumlah buku, di antaranya Pregnancy Handbook, KOCOK! The Untold Stories of Arisan Ladies & Socialites, dan The Little Thoughts Book of Babyshower.

Nadia bersama empat sahabatnya, Indra Herlambang, Lenna Tan, Addry Danuatmadja, dan Ananda Omesh, mendirikan sekolah Public Speaking CommPassion pada 2018 untuk mengajar etika komunikasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dengan baik. (Ant/H-3)

BERITA TERKAIT