03 March 2020, 20:49 WIB

Pengecekan Suhu Tubuh Bakal Diterapkan di MRT dan Balai Kota


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta berusaha melakukan pencegahan penyebaran virus korona Covid-19 di fasilitas umum di ibu kota. Salah satunya dengan menempatkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di stasiun MRT Jakarta.

Stasiun Bundaran HI misalnya, terdapat tujuh tempat cairan pembersih tangan. Warga yang lalu lalang kerap berhenti sejenak untuk membersihkan tangannya sebelum ke pintu masuk.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin membenarkan pihaknya sudah melakukan penyemprotan disinfektan didalam kereta dan tempat menunggu kereta.

"Sudah dilakukan rutin," singkatnya kepada Media Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3).

Namun, untuk pemeriksaan suhu badan penumpang di Stasiun Bundaran HI masih belum terlihat. PT MRT berencana melakukan pemeriksaan di setiap area pintu masuk stasiun.

Salah satu penumpang MRT di Bundaran HI, Vanes, 17, mengatakan pihaknya tidak melihat adanya pengecekan suhu tubuh di tempat tersebut.

Baca juga : Penimbun Masker Dapat Dipenjara Lima Tahun

"Belum lihat tadi, cuma ada hand sanitizer. Itu juga sudah habis kalau sore," katanya.

MRT Jakarta melarang penumpang yang menunjukkan gejala demam tinggi masuk ke area stasiun.

Hal serupa juga dilakukan di ruang lingkup kantor Gubernur Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta. Pengumuman disampaikan melalui toa di dalam area kantor tersebut.

"Dalam rangka mencegah merebak virus korona, dilakukan aksi pencegahan. Bagi pegawai yang punya suhu badan di atas 38 derajat celcius tidak diperkenankan masuk ke lingkungan Balai Kota," begitu bunyi pengumuman tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Umum Budi Awaludin membenarkan bahwa besok pagi kebijakan tersebut berlaku untuk semua pegawai dan tamu. Pemeriksaan suhu tubuh bakal dilakukan di pintu masuk Gedung Blok G dan Balai Agung.

"Kami bekerja sama dengan pusat pelayanan kesehatan pegawai. Ada dokter juga yang memmeriksa. Kalau 38 derajat kan berarti mereka demam. Nah baru nanti diperiksa lagi sama dokter demamnya kenapa," jelas Budi kepada Media Indonesia, Selasa (3/3).

Pemeriksaan suhu tubuh, imbuh Budi, bakal dilakukan setiap harinya hingga Jakarta dinyatakan aman dari virus korona. (OL-7)

BERITA TERKAIT