04 March 2020, 00:00 WIB

Masjid Al Noor Kembali Jadi Target


. (AFP/Hym/X-11) | Internasional

POLISI Selandia Baru sedang menyelidiki ancaman yang dibuat Minggu ini terhadap Masjid Al Noor di Christchurch, tempat 51 jemaah muslim tewas dalam penembakan massal setahun yang lalu.

Di tengah rencana untuk menandai peringatan satu tahun pembantaian 15 Maret, polisi mengatakan ancaman terhadap masjid itu diunggah di aplikasi Telegram. Seorang pria bertopeng terlihat duduk di dalam mobil di luar masjid disertai dengan teks yang mengancam dan emoji senjata.

"Kami memiliki petunjuk kuat untuk mengidentifikasi siapa orang itu," kata komandan polisi Canterbury John Price kepada Radio New Zealand. Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengungkap teror tersebut.

Al Noor ialah satu dari dua masjid yang diserang oleh supremasi kulit putih. "Itu ialah tindakan teror yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menghancurkan negara kecil kami," kata Perdana Menteri Jacinda Ardern.

Waktu ancaman terbaru datang pada waktu yang sensitif karena sedang berlangsung rencana pelaksanaan upacara peringatan di Christchurch untuk menandai peristiwa pembantaian itu.

Rincian kegiatan di Hagley Park di kota itu belum selesai, tetapi Ardern akan hadir setelah mendapatkan pujian internasional atas penanganan oleh pemerintahannya yang penuh belas kasih.

Ardern mengaku sulit untuk percaya bahwa komunitas muslim Selandia Baru masih menjadi sasaran kebencian. "Saya termasuk di antara warga Selandia Baru yang merasa hancur melihat kejadian itu saat kita menuju peringatan satu tahun serangan teror paling mengerikan terhadap komunitas muslim. Dan kini mereka masih harus menjadi target tindakan semacam ini," kata Ardern.

Tersangka penyerang masjid, Brenton Tarrant, berkebangsaan Australia, akan diadili pada 2 Juni menghadapi dakwaan terorisme plus 51 tuduhan pembunuhan dan 40 percobaan pembunuhan atas pembantaian yang dilakukannya. (AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT