03 March 2020, 20:28 WIB

Cegah Virus Babi, Peternak Dihimbau Pakan Olahan Sendiri


John Lewar | Nusantara

UNTUK mencegah penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika, Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghimbau peternak babi lebih memperhatikan kebersihan kandang kandang, termasuk penggunaan pakan babi dari hasil olahan sendiri (HOS).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat, Drh. Theresia P. Asmon, di Manggarai Barat, Selasa (3/3).

"Kami sudah petakan potensi dari Penyakit itu sendiri. Yang pertama itu kan kontak langsung dengan Babi Hidup atau produk olahan Babi yang tertular. Contohnya kalau Babi sakit kontak dengan apa saja, manusia, kandang, pakaian. Jika terkena Babi Hidup itu pasti akan sakit. Babi yang awalnya sehat pasti akan sakit. Kandang harus di jaga oleh pemiliknya. Jangan biarkan orang lain leluasa untuk keluar masuk." ungkap Theresia.

Selain itu, menurut dia, pihaknya telah mengeluarkan surat larangan bagi hotel dan restaurant yang menyediakan produk olahan daging babi untuk tidak menerima supply dari Kupang dan Bali.

"Sebelum adanya virus ini, banyak pihak hotel dan restaurant yang supply daging babi dari Kupang. Seperti daging Se'i setengah jadi" ujar Theresia

Selain itu,  lanjut dia, pihaknya juga memberikan edukasi bagi warga, khususnya yang beternak babi untuk tidak mengumpulkan sisa makan dari hotel dan restaurant. Untuk pakan ternak dihimbau menggunakan pakan olahan sendiri.

"Selain kontak langsung dengan Babi yang tertular virus ini, potensi yang berikut datang dari produk olahan. Seperti abise daging segar, daging olahan, Se'i itu kan pengasapan. Itu virusnya sangat kuat. Jadi kemungkinan untuk penularan dari produk olahan sangat Tinggi.
Apalagi kebiasaan Kita untuk menggunakan pakan Babi dari hà sil limbah atau sisa makan dari hotel Dan restaurant. Untuk Sementara itu dihentikan dulu" tegas Theresia (OL-13)

BERITA TERKAIT