03 March 2020, 20:11 WIB

Kontraktor Sokong Dugaan Korupsi 35 UPS di Depok Diungkap


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

KALANGAN Kontraktor pengadaan barang dan jasa siap membantu penuntasan dugaan korupsi pembangunan 35 unit pengelolaan sampah (UPS) di Kota Depok jika diminta kejaksaan.

"Saya akan berusaha dan membantu penyidik agar kasus UPS terungkap. Tapi kalau diminta penyidik kejaksaan," ujar Hatman, salah satu kontraktor kepada Media Indonesia, di Kota Depok, Selasa (3/3).

Hatman mengungkapkan, dia dapat dua paket UPS dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Satu di Lewinanggung dan di Ratu Jaya, Cipayung. Namun, tidak ada lokasi untuk pembangunan dua UPS tersebut.

"Di dokumen kontrak ada dua paket proyek atas nama saya. Tapi tak ada lokasi dimana harus dibangun. Satu paket proyek itu nilainya mencapai Rp500 juta," ungkap Hatman.

Menurut pantauan Hatman, UPS di Kelurahan Lewinanggung, sudah tidak ada. Termasuk mesin dan hanggar penampung sampahnya. "Yang ada di lokasi itu gudang penampungan gas elpiji," katanya.

Begitupun dengan UPS Rawa Geni, Citayam tak dibangun UPS. Tempat itu digunakan jadi lapangan mainan anak-anak. "Mesin dan hanggarnya sudah raib," imbuhnya.

Terparah, ungkap dia, tiga SDN di Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, terpaksa dihancurkan demi pembangunan UPS. Yakni SDN Cisalak Pasar 1, SDN Cisalak Pasar 3 dan SDN Curug 1. Namun, hingga kini di areal bekas SDN tersebut tidak ada UPS yang dibangun.

"Bisa dicek data-data yang ada bahwa pembangunan 35 UPS banyak yang tidak terealisasi karena ditolak masyarakat. Setahu saya hanya ada 1 UPS yang beroperasi yang di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya," ujar dia.

Sedangkan UPS-UPS si Pasar Kemirimuka, Pasar Agung, Pasar Tugu, Pasar Cisalak, Sawangan, Krukut, Cilodong, Beji, Ratujaya, Rawa Geni dan Cinere Kota Depok tak ada pembangunan UPS. (OL-13)

BERITA TERKAIT