03 March 2020, 23:00 WIB

Virus Ubah Kebiasaan Orang di Dunia


(AFP/Hym/Nur/X-11) | Internasional

WABAH virus korona telah memaksa orang di berbagai negara mengubah kebiasaan mereka untuk mengurangi risiko tertular penyakit.
Di Tiongkok misalnya, muncul papan pemberitahuan agar orang-orang tidak berjabat tangan. Mereka bisa menggantinya dengan mendekapkan tangan sebagai tanda salam.
Sedangkan di Prancis, orang disarankan tidak lagi menyapa dengan mencium pipi. Pakar etiket Philippe Lichtfus, yang telah banyak dikutip di media, mengatakan hanya dengan menatap mata seseorang saja sudah cukup sebagai salam.
Hal serupa disampaikan pemerintah Brasil yang sangat tidak menyarankan masyarakatnya untuk berciuman pipi sebagai tanda salam.
Bahkan di Jerman, Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer menolak ajakan bersalaman dari Kanselir Angela Merkel. Sang menteri tersenyum sembari tetap menahan kedua tangannya. Mereka berdua tertawa dan Merkel mengangkat tangannya ke atas sebelum duduk.
Munculnya wabah virus korona juga akan mengubah salah satu tradisi Spanyol yang paling dihargai--mencium patung-patung Bunda Maria dalam minggu menjelang Paskah. Ritual ini kemungkinan besar akan dilarang. “Ini adalah salah satu langkah yang dipertimbangkan,” kata pejabat kesehatan nasional Fernando Simon.
Di Iran, negara dengan 66 orang meninggal akibat virus korona, sebuah video telah beredar menunjukkan tiga sekawan bertemu. Namun tangan tetap di saku mereka. Alih-alih berjabat tangan, mereka bersalaman dengan menggunakan kaki.
Sebuah video di Libanon juga menunjukkan penyanyi Ragheb Alama dan komedian Michel Abou Sleiman saling mengetuk kaki sambil me­­­n iru suara ciuman dengan mulut mereka.
Sedangkan beberapa lembaga pendidikan di Selandia Baru tidak lagi melakukan salam khas suku Maori yaitu dua orang saling menempelkan hidung mereka.
Sementara para bintang bola basket NBA di Amerika Serikat disarankan menghindarkan diri dari mengambil barang-barang seperti bola dan kaus untuk ditandatangani. (AFP/Hym/Nur/X-11)

BERITA TERKAIT