03 March 2020, 19:20 WIB

Polisi Kejar Penyebar Hoaks Warga Makassar Terinfeksi Korona


Lina Herlina | Nusantara

ADA yang menyebar hoaks, jika di Kota Makassar, terjadi kasus korona dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Itu berasal dari hasil tangkap layar percakapan di sebuah grup whatsapp.

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan pun, menelusuri orang yang menyebarkan informasi bohong yang sempat membuat heboh itu.

"Kita tindak tegas saja yang menyebarkan informasi hoaks. Kita akan telusuri dan kita tindak, pelakunya" kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, Selasa (3/3).

Ibrahim pun menjelaskan, tangkapan layar itu, dengan cepat beredar dan ramai diperbincangkan, jika di Makassar ada positif korona di salah satu rumah sakit.

Dalam percakapan tersebut ditulis, "Keluar pakai masker, kurangi tempat umum".

Karenanya, kepolisian lanjut Ibrahim, bakal menindak tegas siapa pun orang dengan sengaja menyebarluaskan informasi yang tidak benar terjadi.

Penindakan diambil sebagai wujud antisipasi agar, masyarakat tidak gaduh dan terprovokasi dengan isu-isu terkait penyebaran virus korona.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari menampik informasi tersebut. Menurutnya, informasi itu tidak benar alias hoaks.

Menurutnya, informasi terkait ada tidaknya warga atau pasien yang tengah dirawat karena terpapar virus corona akan disampaikan resmi oleh pihaknya, jika memang ada.

Di Sulsel sendiru Rumah Sakit Umum Regional Dr Wahidin Sudirohusodo merupakan salah satu rujukan perawatan pasien jika terindikasi terpapar virus corona. Di rumah sakit tersebut sudah ada ruangan khusus atau instalisi khusus, yaitu infection center. (OL-4)

BERITA TERKAIT