03 March 2020, 17:45 WIB

Batuk dan Pilek usai dari Jepang, Dua Warga Kupang Diobservasi


Palce Amalo | Nusantara

RUMAH Sakit (RS) WZ Johannes Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) merawat dua pasien dengan keluhan batuk dan pilek, Selasa (3/3). Diketahui, keduanya baru kembali dari Jepang dan Korea Selatan.

"Sudah ada dua orang datang ke sini dengan gejala batuk dan pilek, tidak disertai demam, memang ada riwayat berkunjung ke Jepang dan Korea," kata Direktur RS WZ Johannes Kupang, dr Mindo Sinaga kepada wartawan.

RS WZ Johannes merupakan satu dari dua rumah sakit di NTT yang dietapkan pemerintah sebagai rumah sakit rujukan virus Covid-19. Menurutnya, dua pasien itu ditempatkan di ruang isolasi berstatus dalam pemantuan, bukan suspek Covid-19.

Dokter Patologi Klinik RS WZ Johannes Kupang, Itha Malewa menambahkan dua pasien itu datang sendiri ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk memeriksakan  kesehatan mereka. Kepada dokter, mereka mengatakan sudah menderita batuk  dan pilek sebelum pergi ke luar negeri, dan juga sempat berobat di Kupang dan Jogjakarta.

"Batuknya tidak berkurang sampai kembali ke Indonesia, sehingga atas inisiati sendiri, mereka memeriksakan diri ke UGD untuk memastikan apakah mereka terjangkit Covid-19 ini," ujarnya.

Karena ada riwayat perjalanan ke luar negeri, dua pegawai BUMN di Kota Kupang itu pun diputuskan untuk dirawat di ruangan khusus. Selama perawatan, dokter telah mengambil spesimen dari tenggorakan, hidung, dan darah untuk diperiksa di Laboratorim Kesehatan, Kemenkes di Jakarta.

Menurut dr.Itha Malewa, masa inkubasi Virus Covid-19 selama 14 hari namun, dalam beberapa kasus setelah menjalani observasi selama 14 hari, baru timbul gejala virus tersebut. Karena itu, masa pemantauan dua pasien tersebut ditetapkan selama 2x14 hari.

"Masyarakat kami minta jangan panik. Sebaliknya meningkatkan daya tahan tubuh dan rajin mencuci tangan," tandasnya. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT