03 March 2020, 17:40 WIB

Ini Alasan Dilarang Mengorek Telinga


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MASYARAKAT diharapkan memiliki kesadaran dan kepedulian kesehatan pendengaran dengan tidak mengorek-ngorek telinga secara sembarangan.

"Tadi gatel dan lainnya itu ada tips untuk dilakukan, tadi ada pakai sekop itu ya, ternyata itu mengorek tidak harus sampai ke dalam karena tadi disampaikan untuk bisa antara lain juga menyebabkan dorongan apalagi gendang telinga sensitif sekali di dalam," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Cut Putri Arianie, Selasa (3/3).

Menurutnya, pendengaran bisa dilakukan dengan menjaga kondisi kebersihan di luar. Begitu juga deteksi dini dengan sedini mungkin untuk bayi-bayi baru lahir.

"Jadi kebersihan itu di luar saja di luar telinga jadi bisa dilakukan itu. Kemudian deteksi dini karena kalau cepat diketemukan bahwa mereka mengalami gangguan pendengaran itu bisa dilakukan dengan tepat, dengan penanganan yang tepat," sebutnya

Dia menambahkan, para orangtua juga bisa melakukan sendiri upaya-upaya itu, misalnya melakukan melalui tes suara, yakni dilakukan oleh para orang tua sebagai kepedulian atau perhatian dalam tumbuh kembang anak.

"Harus dilakukan, karena Ibu itu paling utama dalam memperhatikan tumbuh kembang dengan memberikan tepukan atau tes suara maka di lihat anaknya merespon tidak atau mengarah kepada suara tersebut. Nah kalau ini tidak direspon. Cepatlah bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan," terangnya

Dia juga berharap masyarakat juga sadar terhadap standar-standar kebisingan tertentu yang ada di pusat pusat hiburan, sarana pendidikan terutama untuk sekolah yang menggunakan alat-alat dengan standar kebisingan yang melebihi dari yang di syaratkan.

"Telinga kita itu bisa mendengar maksimal 85 desibel tapi kita tahu beberapa tempat itu menggunakan suara yang melebihi melebihi dari 85 desibel, itu akan bertahan hanya beberapa menit saja. Bayangkan kalau itu suara-suara juga cukup keras," paparnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak sembarangan mengunakan headset atau mendengarkan iPad yang terlalu lama, tentunya semua semuanya bisa dilakukan dalam upaya mencegah gangguan pendengaran.

Selain itu apabila ditemukan tadi penyakit ataupun hal-hal yang mengganggu pendengaran maka cepatlah datang untuk fasilitas sarana kesehatan untuk mendapat pengobatan sesuai dengan standar dan indikasi medis.

"Pada hari pendengaran sedunia, untuk kita semua bisa melakukan hal yang terkecil untuk menjaga kesehatan telinga. Selain tadi upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam hal untuk mewujudkan kesehatan pendengaran dan memberi ruang kepada teman-teman tuli istilahnya," lanjutnya

Dia menambahkan, mereka yang mengalami permasalah pendengaran menyebutkan dirinya teman tuli dan menyebutkan orang lainnya adalah teman dengar. Sehingga teman tuli itu bisa diberikan ruang agar mereka tetap bisa berprestasi misalnya dengan memperbanyak bahasa isyarat, memberikan akses akses literasi yang bisa dimanfaatkan oleh mereka

"Inilah imbauan kita bahwa mereka, juga diberi ruang untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya, banyak sekali sudah yang berprestasi meskipun mereka kehilangan pendengaran," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT