03 March 2020, 17:38 WIB

Bali Tangani Tujuh Orang Terobservasi Korona


Arnoldus Dhae | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Bali saat ini sedang mengobservasi 25 pasien yang terindikasi korona. Dari jumlah tersebut, tinggal tujuh yang diduga suspec korana. Mereka tersebar di empat rumah sakit rujukan yakni RS Tabanan 1 orang, RSUP Sanglah 2 orang, RS Badung 1 orang dan RS Sanjiwani Gianyar 3 orang.

"Ada 1 pasien asal Jepang yang baru masuk tadi malam di RS Badung. Yang bersangkutan langsung dievakuasi dari Bandara Ngurah Rai ke RS Badung karena secara klinis ada gejala mengarah ke Korona seperti batuk, demam, sesak nafas. Hingga saat ini belum ada hasil lab karena sedang diobservasi," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya di Denpasar, Selasa (3/3).

Menurut Surjaya, selain merawat pasien, pihaknya juga memantau 13 orang lainnya. Kelompok ini disebut dengan orang dalam pemantauan (ODP). Belasan orang ini terus dipantau karena memiliki riwayat pernah bersentuhan langsung dengan orang yang akhirnya diketahui positif Korona. Mereka adalah para pegawai hotel dan agen wisata. Mereka bersentuhan langsung dengan turis yang pernah datang ke Bali dan kemudian pulang ke negaranya baru diketahui positif korona.

"Mereka memang tidak diisolasi karena sama sekali tidak menunjukan gejala secara klinis bahwa mereka terpapar korona. Namun pergerakan mereka diikuti selama mereka dirumahkan oleh hotelnya. Saat ini mereka sedang dirumahkan untuk dilakukan pemantauan. Keluarganya juga dipantau. Begitu mereka memiliki gejala awal maka mereka langsung diisolasi untuk diperiksa," paparnya.

Saat ini petugas sudah mengantongi pergerakan penumpang asal New Zealand yang melakukan transit di Bali. Data lengkapnya adalah penumpang yang ada di sisi kiri dan kanan, depan belakang penumpang dengan penerbangan Emirates Airline tersebut. (OL-13)

BERITA TERKAIT