03 March 2020, 16:54 WIB

Waspada Korona, MUI: Kurangi Kegiatan Ormas dan Tabligh Akbar


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan yang melibatkan banyak orang. Seperti, perkumpulan organisasi masyarakat (ormas) dan tabligh akbar.

Langkah itu bertujuan mengantisipasi penyebaran virus korona (COVID-19), yang menjadi masalah global.

"Sebaiknya, kita mengurangi kegiatan seperti itu. Karena event terbuka bisa saja terpapar virus. Tapi kita juga tidak boleh takut, seakan-akan semua (kegiatan) kita hentikan," kata Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3).

Menurut Muhyiddin, virus korona yang tidak dapat dideteksi secara kasat mata, sangat mudah menyebar dalam kerumunan orang. Apalagi, kondisi kesehatan setiap orang tidak bisa dipastikan satu per satu.

Baca juga: Korona Masuk RI, Jokowi Minta Masyarakat Tidak Panik

"Event-event seperti itu ditunda saja, kecuali diadakan di tempat yang higienis, protektif dan highly guarantee baik. Negara-negara lain contohnya, melarang pertemuan yang dihadiri massa besar. Seperti pertandingan sepak bola, berikut konser di Italia dan Inggris. Di Iran, bahkan salat Jumat pun ditunda, ditiadakan karena mereka khawatir," papar Muhyiddin.

Selain menghindari keramaian, Muhyiddin juga menganjurkan masyarakat untuk membaca Qunut Nazila setiap menunaikan salat wajib. Dia menekankan Qunut Nazila sebagai doa yang perlu dibaca umat Islam saat mengalami masa kritis. Misalnya, wabah penyakit dan masalah besar.

"Mudah-mudahan bangsa ini selamat, kita bacakan Qunut Nazila. Kita diperintahkan untuk membaca doa tersebut. Karena yang namanya virus ini kan Allah tahu bagaimana menghentikannya," tandasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT