03 March 2020, 16:40 WIB

Penimbun Masker Dapat Dipenjara Lima Tahun


Tri Subarkah | Megapolitan

SETELAH Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama virus korona baru (Covid-19), penjualan masker meningkat tajam. Hal tersebut berbanding lurus dengan kenaikkan harga masker di pasaran. Bahkan di banyak tempat, ketersediaan masker sudah habis.

Kepolisian Republik Indonesia mengingkatkan para pelaku usaha yang sengaja menimbun maupun menaikkan harga masker dapat dipidana. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adisaputra.

"Secara esensial barang itu dibutuhkan dalam kondisi ini. Kalau pelaku usaha terbukti melakukan penimbunan, bisa ditindak dengan Undang-undang Perdagangan Pasal 107 dengan ancaman 5 tahun dan denda Rp50 miliar," terang Asep di Jakarta, Selasa (3/3).

Baca juga: Presiden: Masyarakat Tenang, Stok Masker Capai 50 Juta

Selain masker, Asep juga menyoroti masyarakat yang panik dengan membeli kebutuhan bahan pokok. Ia menegaskan bahwabahwa pihak kepolisian tidak berdiam diri dalam menangani kepanikan masyarakat. "Mabes punya Satgas Pangan yang membantu mengointrol ketersedian bahan pangan," tegasnya.

Asep juga menyebut bahwa ketersediaan kebutuhan bahan pokok tersedia dentan baik. Ia mengatakan bahwa koordinasi antara Polri bersama pelaku usaha telah dilakukan.

"Ada jaminan ketersediaan sembako atau barang pangan tersedia dengan baik. Seluruh pelaku pelaku usaha sudah kita koordinasikan, khususnya tempat yang besar seperti ritel tadi supaya bisa dikoordinasi dengan baik," pungkas Asep. (OL-4)

BERITA TERKAIT