03 March 2020, 16:40 WIB

Onward, Film Animasi Semua Umur yang Kurang Pas untuk Anak-anak


Fetry Wuryasti | Weekend

DISNEY dan Pixar menghadirkan film animasi ke-22 mereka, ‘Onward’. Meski disebutkan sebagai film bagi semua umur, film berlatar dunia fantasi modern ini banyak menunjukkan potongan adegan yang berlebihan atau sadis yang kurang cocok dikonsumsi anak-anak.

Film Onward ini bercerita mengenai petualangan Ian dan Barley Lightfoot dalam menemukan sisa keajaban sihir dan mantra di dunia, untuk dapat mengembalikan sosok ayah mereka selama 24 jam.

Ian merayakan ulang tahunnya yang ke-16 dan mendapat hadiah spesial dari mendiang ayahnya, berupa sebuah tongkat ajaib disertai sepucuk surat dan batu permata.

Dalam pesan tersebut tertulis sebuah mantra misterius yang dipercaya dapat mengembalikan sosok ayah mereka selama 24 jam. Misi tersebut Ian jalankan bersama sang kakak Barley Lightfoot, demi menghabiskan satu hari bersama ayah mereka yang telah meninggal.

Dahulu kala, dunia penuh dengan keajaiban dan sihir yang digunakan untuk hal bermanfaat serta mempermudah berbagai pekerjaan. Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi mulai berkembang hingga akhirnya sihir dan mantra mulai dilupakan.

Keajaiban sihir dan mantra ini masih berlangsung di era muda ayah dari Ian dan Barley. Sayangnya, sang ayah berpulang sebelum Ian dilahirkan.

Berbeda halnya dengan dunia Ian remaja yang begitu modern, baik teknologi dan sosial. Film tersebut menggambarkan bagaimana interaksi Ian dan ibunya lebih setara seperti teman. Kecanggihan teknologi tergambar dari rutinitas streaming aerobik pagi sang ibu.

Selain itu modernitas sosial juga hadir meski dengan maksud mengungkapkan rasa sayang, beberapa sikap kekanakan Barley kepada Ian lebih nampak seperti perundungan kakak ke adiknya.

Kebrutalan cara menyetir Barley dan karakter perubahan suasana yang ekstrem berupa sedih, cemas lalu berubah menjadi sadis yang dibangun dari tokoh Manticore juga cukup berbahaya bila disaksikan oleh anak-anak.

Selain itu, kehidupan sosial masa kini juga ditampilkan pada rasa yang normal bagi Ian dan Barley, dengan interaksi ibu dan pacar ibu mereka di rumah.

Ada yang juga menarik dalam film ini yang diprotes dan diboikot oleh banyak pihak. Terutanma adegan petugas polisi bernama Specter yang muncul bersama koleganya, Gore. Ketika akan menilang mobil Ian dan Barley, sihir membuat adik kakak ini berubah menjadi sosok polisi pacar ibu mereka, dan pura-pura mengeluhkan soal anak-anak pacar ibunya.

Dalam percakapan, setelah petugas Gore mengatakan dia memahami sulitnya menghadapi anak-anak remaja. Kemudian  Specter menimpali dengan juga mengeluhkan "My Girlfriend' daughter got me pulling my hair out" (Anak perempuan pacar perempuan saya menarik rambut saya). Diketahui tokoh Specter ini digambarkan sebagai polisi wanita.

Bagian dialog ini pun menuai banyak protes, salah satunya petisi boikot dari yang dilakukan para ibu dalam platform pengumpulan petisi di situs One Million Mom.

Bahkan distributor film di Russia akan memotong bagian percakapan film yang akan tayang pada 5 Maret 2020 di sana. Di Indonesia film Onwards akan tayang pada 4 Maret 2020. (M-4)

BERITA TERKAIT