03 March 2020, 15:44 WIB

Cegah Hoaks Korona, Polri Tingkatkan Patroli Siber


Tri Subarkah | Megapolitan

SETELAH dua warga Depok, Jawa Barat, dinyatakan positif terinfeksi virus korona (COVID-19), penyebaran berita bohong (hoaks) di media sosial semakin meningkat.

Mengantisipasi hal tersebut, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meningkatkan upaya pencegahan dengan melakukan patroli siber.

"Kita setiap hari melakukan partoli siber di dunia maya. Kalau ditemukan adanya hoaks, kita tidak ragu menindak," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Asep Adi Saputra, di Jakarta, Selasa (3/3).

Baca juga: Hoaks Virus Korona Menyebar di Tanah Air

Menurut Asep, peredaran berita bohong memberikan dampak negatif di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Jangan percaya pemberitaan dan menyebarkan (hoaks) kepada orang lain. Ketenangan masyarakat saat ini dibutuhkan. Salah satunya dalam aspek pemberitaan. Jadi, kita ikuti anjuran dari pemerintah," tegas Asep.

Lebih lanjut, dia menekankan pembuat maupun penyebar berita bohong terancam Pasal 27 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Adapun ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.(OL-11)


 

BERITA TERKAIT