03 March 2020, 15:15 WIB

Lawan Korona, Twitter Instruksikan Karyawan Kerja di Rumah


Nur Aivanni | Internasional

JEJARING media sosial, Twitter, meminta karyawannya untuk bekerja dari rumah. Kebijakan itu bertujuan mencegah penyebaran virus korona (COVID-19).

Dalam sebuah blog resmi, manajemen Twitter mewajibkan staf di Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan, untuk bekerja dari jarak jauh. Perusahaan itu juga mendorong 5.000 karyawan di seluruh dunia agar tidak datang ke kantor.

Sebelumnya, Twitter melarang semua perjalanan bisnis yang tidak penting dan membatalkan acara untuk para pekerja. Perusahaan mengumumkan penarikan diri dari konferensi media, South by Southwest, di Austin, Texas, pada bulan ini.

Baca juga: Virus Korona, Tiongkok Tuding AS Sebarkan Kepanikan dan Ketakutan

"Tujuan kami untuk menurunkan potensi penyebaran virus korona (COVID-19) di tengah kami dan dunia sekitar," kata Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) Twitter, Jennifer Christie.

CEO Twitter, Jack Dorsey, sudah lama mendukung kerja jarak jauh. Pada November lalu, dia mengumumkan rencana untuk tinggal di Afrika selama enam bulan.

Langkah Twitter senada dengan kebijakan sejumlah perusahaan, ketika wabah virus korona semakin meluas. Raksasa teknologi lainnya, termasuk Facebook dan Google, bahkan membatalkan konferensi di Amerika Serikat (AS). Facebook juga bergabung dengan Twitter, untuk menarik diri dari acara South by Southwest.

Pada saat yang sama, operator telekomunikasi A&T dan raksasa perbankan Citigroup, membatasi perjalanan internasional, terutama ke wilayah Asia. Kebijakan itu menyikapi jumlah kasus kematian akibat korona di seluruh dunia yang mencapai 3.000 orang.(BBC/OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT