03 March 2020, 14:24 WIB

Kadin DKI: Kepanikan Masyarakat malah Bikin Harga Merangkak


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi mengimbau kepada warga untuk tidak panik berbondong-bondong menyerbu stok pangan akibat virus korona.

Kemarin (2/3), Presiden Joko Widodo menyampaikan ada dua warga di Tanah Air yang positif terjangkit virus korona. Hal inilah yang membuat warga menjadi panic buying di supermarket.

"Saya minta jangan sampai terjadi seperti itu, orang berbondong bondong. Saya rasa seminggu kemudian lokasi mal-mal malah jadi sepi. Mudah-mudahan pemerintah memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa korona itu bisa ditangani preventif," kata Diana usai rapat bersama dengan pimpinan DPRD di Gedung DPRD Jakarta, Selasa (3/3).

Baca juga: Pemerintah: Warga Bekasi Meninggal di Cianjur bukan karena Korona

Pemerintah diminta lebih aktif menyampaikan penyuluhan atau informasi untuk bisa meredam kepanikan masyarakat saat ini. Tidak hanya stok pangan, Diana juga menyebut kelangkaan masker menjadi masalah bersama.

"Sekarang ini manfaat dari teman-teman (pengusaha) yang mempunyai usaha masker. (Mereka merasa rugi karena) yang harganya sampai tinggi sekali. Untuk masyarakat, jangan sampai terjadi seperti kemarin (panic buying). Kita lihat harga satu kotaknya yang lalu hanya Rp100 ribu sekarang bisa Rp1,2 juta," kata Diana.

Baca juga: Jakarta Ngotot Gelar Formula E meski Korona sudah Merebak

Diana menampik fenomena panic buying bakal menguntungkan pihak pengusaha. Menurut dia, beberapa oknum ditemukan menimbun stok masker yang merugikan banyak pihak.

"Kalau menurut saya bukan keuntungan ya tapi tadi spekulan sudah ada seperti masker (harga tinggi) itu diharapkan pemerintah ikut terlibat berikan subsidi," tandas Diana. (Ins/A-3)

BERITA TERKAIT