03 March 2020, 14:10 WIB

Ada Korona, Pelaku Pariwisata Tetap Pelihara Optimisme


Hilda Julaika | Ekonomi


Diterpa  masalah munculnya  virus korona baru (Covid-19), pelaku usaha pariwisita tetap mencoba optimis.


Head of Domestic Panorama JTB Tours Indonesia Rery Sankyo menyampaikan pihaknya tetap optimis  wisatawan domestik akan tetap naik. Hal ini disebabkan masyarakat Indonesia tidak akan termakan oleh isu virus korona dan tetap menjadikan liburan sebagai sebuah kebutuhan.

“Kita berharap cukup tinggi. Saya berharap yang maksimal. Bisa sampai 20% kenaikannya. Kita harus optimis. Ini saya berbicara Panorama saja yang 20%. Tapi saya melihat secara keseluruhan pasti akan naik. Karena berlibur masih merupakan suatu kebutuhan untuk stress release,” ujarnya di Jakarta, Selasa (03/3).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, per Januari-Februari 2020 ini wisatawan domestik Indonesia yang menggunakan jasa perjalanan Panorama justru naik 15% dibandingkan periode yang sama pada 2019 lalu. Padahal sejak Januari lalu isu Covid-19 di Wuhan sudah merebak ke publik. Oleh karena itu menurutnya faktu itu  harusnya menjadi poin optimisme bagi pelaku industri pariwisata menghadapi kedatangan Covid-19 di Indonesia.

Rery  melihat  masyarakat Indonesia tidak paranoid dalam menyikapi penyebaran Covid-19 ini. Apalagi kesadaran  liburan di dalam negeri telah  meningkat  dan adanya tanggal-tanggal libur bersamaan (long-weekend), sehingga bisa dimanfaatkan untuk berlibur.

“Saya rasa mereka memikirkan libur saja, tidak paranoid soal virus. Yang penting jaga kesehatan dan keamanan diri terlebih dahulu,” imbuhnya.

Saat ini pemerintah sedang berupaya mendorong wisatawan domestik untuk berwisata menggantikan slot yang ditinggalkan oleh wisatawn mancanegara, utamanya asal Tiongkok, yang batal datang berkunjung ke Indonesia. Pemerintah menghitung ada dua juga kunjungan wisman yang terdampak akibat virus korona.

Oleh karena itu pemerintah memberikan sejumlah insentif agar wisatawan domestik lebih aktif berlibur. Insentif yang diberikan dalam bentuk potongan harga tiket hingga pembebasan pajak bagi transaksi makan dan minum di 10 destinasi wisatata di Indonesia. (Hld/E-1)

BERITA TERKAIT