03 March 2020, 12:18 WIB

Dorong Masyarakat Terhadap Pentingnya Jaga Kesehatan Pendengaran


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

DALAM rangka peringatan Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2020, dengan tema Internasional Don’t Let Hearing Loss Limit You atau Jangan Biarkan Kehilangan Pendengaran Membatasimu. Melalui World Hearing Day terdapat banyak pesan yang ingin disampaikan WHO pada semua orang dengan gangguan pendengaran.

Terkait Hari Pendengaran Dunia 2020, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar temu media untuk membahas kondisi kesehatan pendengaran terkini di Indonesia.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, mengatakan tema nasional adalah tetap berprestasi tanpa pendengaran. Oleh karena itu, kegiatan ini sejalan dengan apa yang sudah ada dan akan terus diadakan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia ini.

"Secara spesifik peringatan atau kegiatan dari pendengaran sedunia ini adalah mendorong kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan pendengaran kemudian juga ikut menyebarluaskan informasi dan edukasi tentang upaya pencegahan dan pengendalian terhadap gangguan pendengaran," kata Anung di Gedung Adhyatma, Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

Dia menambahkan, pihaknya juga mendorong semua stakeholder dan pemangku kepentingan menjadi mitra secara bersama-sama dengan masyarakat serta kementerian lain melakukan upaya pencegahan hingga pengendalian.

"Tentunya output dari ini adalah peran serta masyarakat yang kita harapkan, pertama yang ingin saya sampaikan adalah kepada seluruh masyarakat secara umum untuk tidak mengabaikan persoalan gangguan pendengaran ini dan pastikan teman-teman seluruh masyarakat menjadi tanggung jawab terhadap dirinya serta tanggung jawab terhadap lingkungannya itu menjadi hal yang sangat penting," sebut Anung.

Dia memaparkan, tanggung jawab terhadap dirinya yakni salah satunya adalah dengan cara memastikan bahwa seluruh anggota keluarganya tetap di dalam prospek atau proses tumbuh kembang yang bisa temu serta kenali persoalan-persoalan yang ada hingga tanggung jawab terhadap lingkungan.

"Yang saya pastikan meminta perhatian jangan sampai justru dari kita membuat persoalan pendengaran ini jadi bermasalah, misalkan ya. Menggunakan knalpot yang berlebiha di lingkungan, menggunakan musik yang berlebihan pada waktu-waktu tertentu dan sebagainya,"paparnya.

Berkaitan dengan tanggung jawab masyarakat, lanjut Anung, lebih mengorganisir dirinya untuk mensuport dan sekaligus mewujudkan derajat kesehatan di dalam bidang pendengaran ini secara berkelanjutan di masyarakat.

"Ini selalu saya sampaikan karena Kementerian Kesehatan dan seluruh jajaran pemerintah tidak mungkin ya akan mampu menjangkau seluruh individu secara merata di seluruh Tanah Air ini," ujarnya.

"Jadi pengorganisasian di tingkat masyarakat menjadi satu hal yang sangat penting baik melalui upaya kesehatan berbasis masyarakat dan atau penguatan penguatan institusi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat masyarakat itu sendiri," terang Anung. (Fer/OL-09)

 

BERITA TERKAIT