03 March 2020, 11:45 WIB

Polisi Berjanji Cegah Aksi Penimbunan Masker


Siti Yona Hukmana | Megapolitan

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengaku akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah penimbunan masker.

Masyarakat mulai sulit menemukan alat penutup hidung dan mulut itu setelah dua warga negara Indonesia dinyatakan positif terinfeksi virus korona (Covid-19).

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini. Nanti, kalau menemukan masker-masker yang ditimbun itu pidananya akan tetep dijalankan," kata Yusri saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (3/3).

Yusri tidak merinci sejumlah pihak yang diajak koordinasi. Namun, dia menjelaskan koordinasi itu dilakukan dengan tujuan mengantisipasi adanya penimbunan masker.

"Kan masyarakat butuh masker, itu yang masih kita upayakan. Kita koordinasi dengan baik bersama pihak-pihak terkait," ungkap Yusri.

Baca juga: Ada Korona, Sekolah di DKI tidak Diliburkan

Yusri menegaskan, polisi akan terus mengejar para pelaku yang mencoba menimbun masker. Tidak hanya itu, ia memastikan polisi juga menyelidiki tempat-tempat pembuatan masker.

"Tempat-tempat yang lain kita akan kejar terus pelaku-pelaku yang coba bermain. Mereka menimbun kan untuk cari keuntungan dengan kurangnya dipasaran masker-masker, sehingga harga masker bisa naik hingga 100%," tegas Yusri.

Para pelaku penimbun masker nantinya bisa dijerat Pasal 107 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 Tentang Perdagangan. Pasal itu mengatur larangan untuk para pelaku usaha menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang.

Pasal ini juga berkaitan dengan ketentuan Pasal 29 ayat (1) UU Perdagangan yang isinya berupa larangan menimbun barang pada kondisi tertentu. Ancaman bagi penimbun masker itu, yakni hukuman penjara lima tahun dan denda maksimal Rp50 miliar. (OL-1)

BERITA TERKAIT