03 March 2020, 10:45 WIB

Stok Masker Hilang di Pasaran, Pemerintah Diminta Tanggap


Supardji Rasban | Nusantara

PASKA Presiden Jokowi mengkonfirmasi adanya dua WNI positif terkena virus korona, Senin (2/3).  ternyata berdampak menghilangnya stok masker di pasaran.

     "Saya sempat menghubungi beberapa rumah sakit dan mengunjungi berbagai lokasi apotek dan toko dan mendapati fakta stok masker kosong, menghilang dari pasaran," ujar anggota komisi 9 DPR RI, Dewi Aryani, melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Selasa (3/3).

     Atas kelangkaan stok masker tersebut, Dewi Aryani meminta pemerintah pusat dan daerah harus bertanggung jawab menyegerakan penyediaan masker untuk masyarakat. 

     "Tidak bisa dianggap sepele karena jika masih kosong stok akan menambah kepanikan masyarakat, ucap dia yang anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Tengah itu. 

     Dia juga meminta pemerintah segera mengupayakan produsen masker resmi dan legal untuk mengantisipasi kebutuhan masker yang makin meningkat baik untuk kebutuhan rumah sakit maupun masyarakat luas. 

     "Termasuk melibatkan kepolisian di semua daerah untuk menyisir kemungkinan para oknum yang mengambil keuntungan dari situasi ini dengan memproduksi masker ilegal termasuk yang mendaur ulang masker bekas," tandasnya.

     Selain itu, jelas Dewi, kampanye untuk menyerukan budaya hidup bersih, rutin berolahraga dan gemar makan sayur dan buah buahan lokal harus digalakkan. 

     "Libatkan semua Puskesmas, perangkat desa se-Indonesia dan komunitas penggiat kesehatan. Tindakan preventif harus menjadi prioritas untuk mencegah penyebaran virus corona secara masif," tandas anggota Dewan Dapil IX Jawa Tengah yang wilayah kerjanya meliputi Kabupaten/ Kota Brebes dan Tegal tersebut. (OL-13)



 

BERITA TERKAIT