03 March 2020, 10:52 WIB

Ada Korona, Sekolah di DKI tidak Diliburkan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH pusat baru saja mengonfirmasi kasus pertama positif virus korona. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Senin (2/3).

Dua pasien positif korona yang merupakan warga Depok, Jawa Barat dirawat di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota, Senin (2/3), menyampaikan agar masyarakat tidak panik terhadap kasus positif virus korona ini.

Sebab, jajaran petugas kesehatan Pemprov DKI sudah siap melakukan langkah guna menangani dan membatasi penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Tiongkok itu.

Baca juga: Soal Korona, Ketua DPRD DKI Minta Warga Jaga Kondisi Badan

Hingga hari ini, Anies juga menyatakan belum akan meliburkan sekolah. Pemprov DKI masih terus berkoodinasi dengan pemerintah pusat dalam melakukan upaya-upaya penanganan virus korona.

"Belum sampai ke sana (meliburkan sekolah). Itu nanti kita bahas selanjutnya," kata Anies.

Sementara itu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merekomendasikan pertama, agar pemerintah melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan virus korona di sekolah-sekolah baik pada murid, guru, serta petugas sekolah dan wali murid.

"Kami berharap Kemdikbud dan/atau Pemda (Dinas-dinas Pendidikan Provinsi/Kota/Kab) membuat surat edaran bagi sekolah dan guru terkait pencegahan penyebaran virus. Surat edaran tersebut bisa dijadikan rujukan sekolah-sekolah dalam bertindak dan melangkah lebih lanjut untuk disampaikan ke siswa serta orangtua," kata Wasekjen FSGI Satriawan Salim dalam keterangan resmi, Senin (2/3).

Kedua, sepatutnya pemerintah (daerah) menyediakan atau mendistribusian masker ke sekolah-sekolah. Sehingga warga sekolah bisa mengenakannya.

Sebab, mengingat harga masker yang relatif tinggi plus akses mendapatkannya saat ini relatif susah di pasaran beberapa daerah. Kemudian juga meminta warga sekolah mengenakan masker selama proses pembelajaran berlangsung.

Selain masker, pemerintah (daerah) diharapkan menyediakan antiseptic pembersih tangan untuk sekolah-sekolah. Agar sekolah tetap menjaga pola hidup bersih dan terhindar dari penyebaran virus melalui tangan.

Ketiga, bagi siswa yang batuk, flu, dan demam sebaiknya belajar di rumah dulu sampai sehat kembali. Tidak memaksakan diri ke sekolah demi kesehatan para siswa.

Keempat, mengimbau kepada para siswa, guru, orangtua, dan warga sekolah untuk menerapkan pola hidup sehat; rajin mencuci tangan; meminimalisasi sentuhan tangan seperti tradisi salim bisa cari alternatif salaman lainnya; membuang sampah di tempatnya; dan melakukan aktivitas untuk kesehatan lainnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT