03 March 2020, 10:45 WIB

Gara-Gara Korona, Mendagri Jerman Tolak Jabat Tangan Merkel


Haufan hasyim Salengke, Nur Aivanni | Internasional

KEKHAWATIRAN akan penyakit virus korona baru (Covid-19), yang kasusnya meningkat di Jerman, membuat pejabat di negara itu mengambil inisiatif tindakan pencegahan sendiri.

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer, misalnya, menolak uluran tangan Kanselir Angela Merkel, Senin (2/3).

Momen itu terjadi ketika jumlah kasus baru virus korona di negara itu meningkat menjadi 150 orang terinfeksi. Berlin melaporkan infeksi pertamanya.

Ketika Merkel mengulurkan tangan untuk menyapa Seehofer pada sebuah pertemuan tentang imigran di Berlin, ia hanya tersenyum dan tetap menahan kedua tangannya.

Meski begitu, suasana tetap cair saat mereka berdua tertawa dan Merkel kemudian mengangkat tangannya ke atas sebelum duduk.

Baca juga: Gara-Gara Korona, Nike Tutup Sementara Markas di Eropa

Merkel menerima penolakan itu dengan semangat yang baik, menarik tangannya dan tertawa bersama menteri Bavaria tersebut yang sering menjadi onak di sisinya.

"Itu hal yang benar untuk dilakukan," ujar Merkel ketika dia duduk, sementara para tamu di pertemuan itu juga tertawa terbahak-bahak.

Para ahli kesehatan merekomendasikan menghindari berjabat tangan sebagai cara mencegah penyebaran virus korona baru.

Seehofer mengatakan kepada media Jerman, Senin (2/3), bahwa dia telah berhenti berjabatan tangan dengan orang-orang, menambahkan dirinya berharap vaksin akan ditemukan dalam tempo beberapa bulan.

Ditanya apakah Jerman akan menutup akses ke kota atau wilayah terinfeksi virus korona, ia mengatakan 'skenario seperti itu akan menjadi pilihan terakhir'.

"Saya memperkirakan vaksin akan tersedia pada akhir tahun," ucapnya kepada surat kabar Bild am Sonntag.

Merkel, 65, dan Seehofer, 70, memiliki banyak ketegangan dalam hubungan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Sang Menteri Dalam Negeri mengambil garis keras pada pengungsi setelah Merkel membuka pintu Jerman pada 2015.

Kanselir juga memberi tahu audiens di daerah pemilihannya pada hari sebelumnya bahwa dia tidak akan menjabat tangan siapa pun di acara itu.

Jerman belum mengeluarkan peringatan umum terkait jabat tangan, tidak seperti Prancis kala Menteri Kesehatan Olivier Veran merekomendasikan agar orang menahan diri dari bersalaman.

Sekarang ada 150 kasus yang dikonfirmasi di Jerman, menurut Lothar Weiler dari agensi pengendalian penyakit Robert Koch Institutu, Senin (2/3) pagi, naik dari 129 kasus di hari sebelumnya.

Tingkat siaga telah dinaikkan dari 'rendah ke moderat' menjadi 'moderat', kata Weiler.

Pihak berwenang mengatakan tidak perlu langkah-langkah drastis seperti penutupan perbatasan untuk membendung penularan.

Virus ini sekarang telah menyebar ke 10 dari 16 negara bagian di Jerman, dengan lebih dari setengah kasus dikonfirmasi di North Rhine-Westphalia.

Negara terpadat di Jerman itu muncul sebagai hotspot setelah pasangan yang terinfeksi menghadiri perayaan karnaval di sana, menginfeksi puluhan orang.

Jerman telah membatalkan beberapa pertemuan besar dalam upaya untuk mengekang penyebaran virus, termasuk pekan perdagangan perjalanan ITB di Berlin.

Menteri Kesehatan Jens Spahn, Senin (2/3)  menekankan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah acara publik lebih lanjut akan dibatalkan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT