03 March 2020, 10:07 WIB

Benjamin Netanyahu Klaim Menang dalam Pemilihan Israel


Nur Aivanni | Internasional

PERDANA Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengklaim kemenangan, pada Selasa (3/3), dalam pemilihan umum Israel. Berdasarkan hasil exit poll, Netanyahu menempati posisi yang kuat untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Pemilihan ketiga yang berlangsung dalam kurang satu tahun pada Senin (2/3) itu dilakukan setelah pemungutan suara yang tidak meyakinkan pada April dan September tahun lalu sehingga membuat negara Yahudi tersebut berada dalam kebuntuan politik.

Surat suara masih dihitung dan penghitungan resmi diharapkan keluar pada Selasa (3/3) malam. Berdasarkan hasil exit poll dari tiga jaringan, Partai Likud yang dipimpin Netanyahu diperkirakan memperoleh antara 36 dan 37 kursi dari 120 kursi parlemen Israel.

Perkiraan itu memberi Likud dan sekutu sayap kanannya, termasuk partai ultra-Ortodoks, memperoleh 59 kursi.

Sementara itu, penantang utama Likud, yakni Partai Biru dan Putih (Blue and White), diproyeksikan menang antara 32 dan 34 kursi. Jika dihitung dengan perolehan kursi dari sekutu kiri tengahnya dan aliansi Joint List Arab, pesaing Netanyahu diperkirakan akan memperoleh 54 hingga 55 kursi.

"Ini adalah kemenangan terpenting dalam hidup saya," kata Netanyahu kepada kerumunan pendukung di Tel Aviv, seperti dikutip dari AFP, Selasa (3/3).

Dalam sebuah pernyataan, Likud mengatakan Netanyahu telah berbicara dengan semua kepala partai sayap kanan dan setuju untuk membentuk pemerintah nasional yang kuat untuk Israel sesegera mungkin.

Pemimpin Partai Biru dan Putih, mantan kepala militer Benny Gantz, mengakui kekecewaannya dengan hasilnya.

Terlepas dari penghitungan akhir, tekannya, Netanyahu masih akan diadili pada 17 Maret mendatang setelah didakwa dengan suap, penipuan dan pelanggaran kepercayaan. "Dalam dua minggu, dia akan ada di pengadilan," kata Gantz. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT