03 March 2020, 09:38 WIB

Tinjau Indramayu, Kementan Pantau Sawah Terdampak Banjir


mediaindonesia.com | Ekonomi

HASIL pemantauan kondisi di lapangan sawah tergenang banjir di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, seluas 6.092 hektare (ha), 32 ha di antaranya puso dan sebagian sudah surut dan pertanaman aman.

Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) turur memantau ke lokasi persawahan bersamaan dengan memberikan bantuan benih gratis.

"Bagi sawah yang puso dan belum diasuransikan, akan dibantu benih padi gratis untuk bertanam lagi, sehingga proses produksi dapat berjalan lancar lagi", ujar Suwandi

 "Ke depannya para petani harus ikut asuransi, supaya nanti ada yang meng-cover jika terjadi bencana seperti saat ini,"  kata Suwandi.

Suwandi menambahkan dirinya sudah meminta Kadistan (Kepala Dinas Pertanian) Indramayu untuk bersurat ke Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk normalisasi sungai Kalensemak, Gempol, dan lainnya,

"Selanjutnya tugas kita dari pusat mengkordinasikan ke Kementerian PUPR untuk keperluan normalisasi sungai tersebut" pungkas Suwandi.

D itempat yang sama, Orin, Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kandanghaur menuturkan penyebab banjir ini dikarenakan ada tiga tanggul yang jebol di Kandanghaur dan saluran pembuangan ke sungai/laut mampet karena terjadi sedimentasi dan tidak lancar.

Orin menambahkan untuk tanggul yang jebol sudah dilakukan pengurugan sementara dengan menggunakan karung berisi tanah.  

Pompanisasi untuk mengeluarkan genangan air dari areal sawah belum bisa dilakukan, "Posisi sungai yang relatif lebih  tinggi dari sawah menyulitkan kita untuk dilakukan pompanisasi," ujarnya.

Orin menuturkan sawah yang tergenang paling luas di Kecamatan Kandanghaur, Indramayu yakni 2.214 hektare.

"Bila hujan tidak deras diprediksi 3 hari lagi akan surut dan mudah-mudahan keadaan kembali normal," pungkasnya. (OL-09).

BERITA TERKAIT