03 March 2020, 08:42 WIB

PT KCIC Bandel, Proyek KA Cepat Tetap Dikerjakan


Hld/RZ/DG/DW/N-1 | Megapolitan

PROYEK pembangunan jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung tetap dikerjakan kendati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) telah menginstruksikan agar pembangunan dihentikan karena menjadi penyebab bencana banjir baru-baru ini.

Salah satu titik pembangunan jalur kereta api cepat yang masih dikerjakan, kemarin, berada di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta. Berdasarkan pantauan Media Indonesia, sejumlah pekerja tengah memasang pilar penyangga jalur rel. Pelaksana proyek mengabaikan surat Kementerian PU-Pera.

Pihak pelaksana proyek saat akan diminta konfirmasi tidak berada di lokasi. Salah seorang petugas keamanan di proyek itu, Wawan, mengatakan pihaknya belum menerima perintah penghentian pengerjaan. "Sampai saat ini kami belum menerima perintah agar pekerjaan proyek dihentikan," katanya.

Surat intruksi penghentian sementara dari Kementerian PU-Pera telah dilayangkan kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada 27 Februari lalu dan berlaku mulai 2 Maret (kemarin). Dalam surat bernomor 21/PRT/M/2019 itu juga disebutkan enam alasan penghentian sebagai bahan yang harus dievaluasi.

Sementara itu, Sekjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Joko Sasono, mengatakan Kemenhub akan mengkaji penghentian selama dua minggu ke depan. "Kami sekarang menjaring, mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, kemudian menanganinya lebih lanjut."

Di lain kesempatan, Menteri BUMN Erick Thohir meminta PT KCIC untuk melakukan evaluasi yang komprehensif. Evaluasi ini perlu dilakukan untuk melihat kekurangan manajerial proyek, terutama yang dinilai berkontribusi menimbulkan banjir.

"Saya sudah meminta PT KCIC untuk mengevaluasi menyeluruh segala kekurangan manajerial yang menyebabkan terjadinya kerugian lingkungan dan sosial terhadap masyarakat," kata Erick berdasarkan keterangan resminya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Barat, Meiki W Paedong, menyebutkan proyek itu sudah menimbulkan masalah sejak awal. Kerusakan lingkungan terjadi di sepanjang jalur kereta karena proyek tersebut dikerjakan dengan tergesa-gesa dan cenderung dipaksakan. "Baiknya diberhentikan semua untuk dikaji ulang," tegasnya. (Hld/RZ/DG/DW/N-1)

BERITA TERKAIT