03 March 2020, 08:45 WIB

Pemerintah Diminta Serius Tangani Korona


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

DUA kasus virus korona (covid-19) pertama di Indonesia menjangkiti seorang ibu, 64, dan putrinya, 31, yang bertempat tinggal di Depok. Diduga mereka tertular dari warga negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia dan dinyatakan positif korona saat di Malaysia.

Kedua pasien positif korona itu dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga (RSMK) Depok, sebelum akhirnya di­isolasi di RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, kemarin. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, sebanyak 78 petugas medis RS Mitra Keluarga Depok yang sempat bersentuhan langsung dengan dua pasien itu dirumahkan.

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto meminta pemerintah untuk lebih serius dan tidak menyepelekan masalah virus korona. Ia menyayangkan lolosnya pemeriksaan imigrasi terhadap warga negara Jepang saat di bandara dan lemahnya deteksi RS Mit­ra Keluarga Depok terhadap dua pasien positif korona.

“Seharusnya yang sudah kena atau berpotensi kena betul-betul diisolasi, tidak boleh dia menyebarkan atau membawa akibat pada yang lain,” tegasnya di Jakarta, kemarin.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Ari Fahrial Syam, menyatakan alat deteksi di bandara tidak dapat mendeteksi virus korona sebab hanya mampu mendeteksi suhu badan. Guna mengetahui se­seorang terinfeksi virus korona atau tidak, perlu diperlukan pemeriksaan lebih lengkap.

Karena itu, saat melewati bandara di Indonesia, Ari menduga WNA Jepang itu dalam masa inkubasi sehingga belum menunjukkan adanya gejala lewat deteksi suhu tubuh. “Yang jadi pertanyaan, apakah ketika diasimptomatiks itu dia sudah menularkan ke orang lain atau belum? Secara teori, influenza kalau dia ada batuk pilek, baru dia menularkan,” terangnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan virus ialah pemeriksaan rutin yang dilakukan laboratorium yang mempunyai fasilitas menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). “FKUI bersedia membantu apabila diminta Kemenkes,” ujarnya.

Berdasarkan dari temuan kasus di Depok, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono meminta masyarakat yang merasakan gejala batuk, demam, dan sesak napas segera menghubungi tenaga medis. “Silakan ke faskes yang memang kompeten dan ceritakan yang sesungguhnya terjadi. Jangan ditutup-tutupi,” ujarnya.

Guna mengantisipasi adanya penambahan kasus covid-19 di Tanah Air, Kemenkes menambah jumlah rumah sakit rujukan penyakit infeksi dari 100 menjadi 132 RS.

Visa umrah

Di kesempatan terpisah, pemerintah Arab Saudi akan memberikan perpanjang­an visa umrah tanpa dipungut biaya kepada jemaah yang batal melaksanakan ibadah seusai diberlakukannya larang­an masuk ke negara tersebut karena virus korona.

“Saya tanya ke Bu Menlu, katanya sudah ada jaminan. Menurut informasi dari Bu Menlu, ya, sudah ada jaminan dari Saudi yang akan mengizin­kan untuk perpanjangan visa tanpa tambahan-tambahan biaya,” kata Menteri Agama Fachrul Razi. Terkait informasi bahwa Arab Saudi akan membuka kembali penerimaan jemaah umrah pada 14 Maret, Indonesia akan menunggu keputusan resmi dari Arab Saudi. (Ata/Ind/H-2)

BERITA TERKAIT