03 March 2020, 06:10 WIB

Tetap Tenang


Andhika Prasetyo | Humaniora

PENJELASAN Presiden Joko Widodo bahwa dua warga Indonesia yang tinggal di Tanah Air positif terpapar virus korona baru (covid-19) memperoleh beragam tanggapan dari sejumlah kalangan.

Wakil Ketua MPR Lestari ­Moer­dijat mengemukakan ­setelah mengumumkan kedua pasien itu terinfeksi, pemerintah harus mengambil langkah penanganan dan antisipasi penyebaran virus tersebut di tengah masyarakat.

“Kami mengapresiasi keterus-terangan pemerintah. Sekarang kami menunggu tindak lanjutnya. Bagaimana mengeliminasi penyebaran virus dan meningkatkan deteksi lebih dini,” kata Rerie, panggilan akrab Lestari.

Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, berharap pemerintah lebih berhati-hati dan tidak menyepelekan pagebluk (wabah) yang dipicu virus korona.

“Selama ini, Menko Polhukam bilang tidak satu pun terjangkit korona. Ternyata ada. Pemerintah harus memastikan rakyat mendapat informasi benar agar tidak resah. Pasien yang sudah positif terpapar betul-betul diisolasi. Kalau itu dilakukan, kami yakin korona bukan menjadi beban negara, tidak meresahkan,” ujar Yandri.

Kepala Perwakilan WHO di ­Indonesia, Paranietharan, bahkan mengaku dirinya tidak kaget dengan pengumuman pemerintah.

“Itu realitasnya. Kita justru harus mengantisipasi munculnya kasus lain dalam beberapa hari ini. Kami perlu bekerja sama dengan pemerintah untuk mengantisipasi skenario tersebut,” ujarnya.

Presiden Jokowi di Istana Mer­deka, kemarin, memastikan kebenaran dua warga Indonesia positif terjangkit virus korona. Mereka sebelumnya diketahui berinteraksi dengan warga negara Jepang yang baru-baru ini juga dinyatakan terinfeksi korona.

“Begitu ada informasi orang Jepang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan positif korona, tim kita langsung ­telusuri. Orang Jepang itu ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu ­siapa. ­Setelah ditelusuri, ketemu,” ­ungkap Jokowi.

Kepala Negara melanjutkan, di Indonesia warga Jepang itu bertemu dua warga lokal, yaitu seorang ibu 61 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun.

“Sudah dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menteri Kesehatan bahwa ibu dan putrinya positif korona,” jelas Presiden.

Menkes Terawan Agus Putranto menegaskan hingga tadi malam kedua pasien yang terinfeksi covid-19 dalam keadaan baik. ­“Artinya, tidak demam, nggak sesak napas, dan makan juga enak.”

Terawan menceritakan pada 14 Februari terjadi kontak antara WNI dan warga Jepang yang tinggal di Malaysia di Indonesia. Lalu pada 16 Februari, warga Jepang itu kembali ke Malaysia. Kemudian WNI batuk-batuk dan berobat jalan. Selanjutnya, pada 26 Februari pasien diambil swab-nya dan diperiksa untuk diketahui apakah ­terinfeksi covid-19. Pada 28 Februari ­hasil pemeriksaan menunjukkan pasien tersebut positif terjangkit korona.

“Kini, pemerintah memasang standar kewaspadaan tingkat tinggi dengan melibatkan pemda dalam melakukan surveilans aktif. Cara pencegahannya sama saja. Nomor satu cuci tangan,” jelas Terawan (lihat grafik).

Menkes berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik karena kekhawatiran berlebihan bisa mengakibatkan turunnya imunitas seseorang.

“Semua aparat pemerintah berjuang melawan korona dengan ikhtiar dan berdoa bukan untuk membuat keresahan maupun ­paranoid. Saya terus menyampaikan tidak ada (data) disembunyikan,” tambah Terawan.

Dirut RS Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Muhammad Syahril, menambahkan kedua WNI yang positif terpapar virus korona kini ditangani sesuai standar.

Mereka menjalani isolasi di gedung yang berbeda dengan pasien ataupun calon pasien untuk menghindari kontak langsung dengan orang sekitar atau tenaga medis selain yang berwenang. (Ata/Aiw/And/DD/RO/X-3)                   

BERITA TERKAIT