03 March 2020, 03:30 WIB

Ada Wacana Liga 1 tanpa Penonton


Faj/R-2 | Sepak Bola

MENTERI Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai penundaan atau kompetisi sepak bola Liga 1 2020 tetap dilangsungkan dengan syarat tanpa penonton.  

Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah merebaknya virus korona di Indonesia. Pencegahan menjadi ­keharusan setelah pemerintah, kemarin,  secara resmi menyatakan dua orang positif terpapar virus korona.

“Saya barusan dapat ­per­tanyaan arahan dari ­Ketum PSSI (Mochamad Iriawan), beliau sudah menyampaikan. Tentunya saya akan tanyakan ke yang punya otoritas, ­yakni ke Menteri Kesehatan,” ujar Zainudin di Jakarta, ­kemarin.

Zainudin mengatakan terus berkoordinasi dengan Kemenkes sebelum mengambil keputusan. “Sudah benar jalurnya Ketum PSSI tanya ke saya, dan saya menanyakan olahraga secara keseluruhan ke luar negeri, dan ke Kemenkes. Kami akan kirim surat resmi ke Kemenkes.”

Seperti diketahui, Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) mengeluarkan imbauan agar pertandingan Thai League 1 digelar tanpa penonton. Vietnam juga melakukan hal serupa. Akhir pekan ini, pembukaan V League 1 2020 dipastikan digelar tanpa penonton.

Sementara itu, kemarin, laga Liga 1 antara PS Tira-Persikabo menjamu Arema Malang masih dijejali penonton yang memadati Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat. Pertandingan dimenangi tim tamu yang berjuluk ‘Singo Edan’ dengan 2-0 lewat gol yang diborong Kushedya Yudo di menit ke-5 dan 49.

Di bagian lain, Persija Jakarta menjatuhkan sanksi skors dua pertandingan kepada Sandi Sute akibat sikap yang ia tunjukkan saat laga melawan Borneo FC, Minggu (1/3). Sandi yang digantikan Evan Dimas pada menit ke-19 meradang dan menendang botol di pinggir lapangan.

“Semoga menjadi pembelajaran tidak hanya bagi Sandi Sute, tapi juga pemain yang lain,” jelas Manajer Persija Bambang Pamungkas di Jakarta, kemarin. (Faj/R-2)

BERITA TERKAIT