03 March 2020, 05:40 WIB

Transportasi Jabodetabek Pacu Investasi


Ant/S-3 | Ekonomi

PENGEMBANGAN sektor transportasi di kawasan Jabodetabek yang sedang digalakkan saat ini dinilai bakal membantu meningkatkan investasi pro­perti ke depannya.

“Jabodetabek telah lama dikenal selama bertahun-tahun sebagai area sentra bisnis. Kami mengetahui banyak permintaan di Jabodetabek, khususnya karena didorongnya investasi dalam pengembangan infrastruktur, baik yang dimulai maupun berakhir pada 2019,” kata Director Capital Markets Investment Services Colliers International Indonesia Steve Atherton dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/2).

Menurut dia, saat ini banyak pengembang menyoroti peta pengembangan infrastruktur, khususnya yang terkait dengan pembangunan infrastruktur, seperti moda raya terpadu (MRT) dan lintas rel terpadu (LRT), yang juga memperkenalkan kesempatan untuk pengembangan konsep transit oriented development (TOD).

Bahkan, lanjutnya, pada saat pergerakan pasar properti sedang melambat seperti sekarang, terdapat antusiasme untuk memperoleh lokasi di dekat stasiun transit. “Tempat yang menjadi paling diminati khususnya adalah terminal awal dan terakhir dari sistem transportasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan pembangunan kereta cepat dari Jakarta ke Bandung akan menjadi perkembangan yang bagus, baik untuk bisnis maupun untuk tamasya, karena semakin mengatasi sejumlah hambatan jarak antara kedua kota tersebut.

Sebelumnya, Country Ma­nager Rumah123.com, Maria Herawati Manik, mengungkapkan konsumen yang mencari rumah dan apartemen di situs tersebut selama 2019 masih didominasi kalangan milenial.
“Kalau secara demografis umumnya konsumen yang mencari di situs Rumah123.com masih didominasi umur 25-35 tahun. Jadi, umurnya di rentang kalangan milenial,” ujar Maria.

Selain itu, Maria juga menambahkan secara total pencarian yang terjadi di Rumah123.com selama 2019 mengalami kenaikan 27%. “Kalau kita melihat pembagiannya untuk rumah sendiri mengalami kenaikan 34%, apartemen agak menurun sekitar 10% dan demikian juga tanah sebesar 2%,” katanya. (Ant/S-3)

BERITA TERKAIT