02 March 2020, 22:41 WIB

Pemerintah Telusuri Kelompok Dansa WN Jepang yang Positif Korona


Andhika Prasetyo | Humaniora

PEMERINTAH tengah menelusuri jejak para peserta komunitas kelompok dansa yang hadir dalam sebuah acara bersama seorang warga lokal dan warga negara Jepang yang positif terinfeksi virus korona COVID-19 di sebuah klub di Jakarta pada 14 Februari silam.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyebutkan terdapat 50 orang yang hadir di kegiatan dansa tersebut.

"Kami tracking kelompok dansanya. Kami sedang cari. Yang hadir itu berasal dari banyak negara, bukan hanya Jepang. Kami sedang tracking dengan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Achmad di Jakarta, Senin (2/3).

Sebagaimana diketahui, pemerintah baru saja mengumumkan kasus virus korona pertama di Indonesia.

Virus yang bermula di Wuhan, Tiongkok itu menjangkiti seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun yang bertempat tinggal di Depok, Jawa Barat.

Baca juga : Kemenkes Sayangkan Garis Polisi di Rumah Pasien Positif Korona

Sang putri diketahui, pada 14 Februari, menghadiri kegiatan dansa di Jakarta. Di sana, dia berpasangan dengan warga Jepang yang baru-baru ini juga dinyatakan positif korona.

"Kebetulan warga Depok ini pasangan dansanya adalah warga Jepang. Setelah itu, pada 16 Februari, si wanita mengeluh batuk dan agak panas badannya. Dia kemudian berobat ke dokter dan saat itu diputuskan tidak perlu dirawat," tutur pria yang akrab disapa Yuri itu.

Selama rentang waktu sepuluh hari setelah pemeriksaan awal, ia dirawat di rumah oleh sang ibu.

Namun, pada 27 Februari, ia merasa semakin tidak enak badan dan ibunya pun mulai sakit dengan gejala yang sama.

"Akhirnya dua orang itu memutuskan minta dirawat di rumah sakit pada 27 Februari. Mereka dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok," tuturnya.

Baca juga : Tempat WNI Tertular Virus Korona Diobservasi

Sehari berselang, warga Jepang yang menjadi pasangan dansa menyampaikan kabar bahwa dirinya tengah dirawat di Malaysia karena positif Covid-19.

"Atas berita itu, si anak dan ibu melapor ke RS. Pada 1 Maret, mereka dirujuk ke RS Sulianti Saroso. Hari itu langsung kita periksa dan hari itu juga terkonfirmasi positif," terangnya.

Sedianya, terdapat dua orang lain yang juga menetap di rumah dua penderita korona. Mereka adalah kakak dari si pedansa dan seorang asisten rumah tangga.

Namun, setelah diperiksa, kedua orang itu dinyatakan negatif.

"Mereka tidak melakukan kontak intensif dengan dua korban penderita virus korona tersebut. Mereka sudah diperiksa dan negatif, tidak tertular," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT