03 March 2020, 00:40 WIB

Bertekad Menjaga Lahan Pertanian


DG/TB/AS/AD/SL/PO/BB/N-2 | Nusantara

LAHAN pertanian menjadi masalah yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, dari total luas da-ratan di Tanah Air yang mencapai 190 juta hektare, saat ini lahan pertanian hanya tersisa 7,4 juta hektare.

“Demi ketahanan pangan, pemerintah bertekad melindungi lahan tersisa ini. Sejak 2009 lalu, pemerintah sudah menerbitkan UU Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan yang diperkuat dengan Peraturan Presiden,” ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kemarin.

Dia menyatakan, 7,4 juta hektare sawah yang tersisa ialah harga mati yang harus dijaga. Kalau tidak, bisa mengancam cadangan pangan untuk generasi ke depan. Di Indonesia, lahan pertanian terancam alih fungsi untuk industri, perumahan, infrastruktur, dan fungsi usaha lainnya.

Penyusutan lahan pertanian juga diakui Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Trie Iriany Lamakampali. “Setiap tahun ada penyusutan hingga 10 hektare. Ancaman terjadi di lima kabupaten sentra produksi beras.”

Petani menjual sawah karena menilai menanam padi sudah tidak menjanjikan. “Kami berusaha mengimbanginya dengan membuka lahan pertanian baru.”

Saat ini, dunia pertanian juga terganggu dengan fenomena alam, yakni banjir. Di Jawa Tengah, lahan 5.772 hektare terendam. “Seluas 154 hektare di antaranya puso,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Suryo Banendro. (DG/TB/AS/AD/SL/PO/BB/N-2)

BERITA TERKAIT