03 March 2020, 00:20 WIB

Setengah Bencana Terjadi di Indonesia


DG/UA/JI/UL/N-2 | Nusantara

CATATAN ini bukan untuk dipuji. Seperti diungkapkan Direktur Mitigasi Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Medi Herlianto, dari keseluruhan kejadian bencana di dunia, 50% di antaranya terjadi di Indonesia.

“Tahun lalu, bencana di Tanah Air mencetak kerugian sebesar Rp81 triliun. Tahun ini, dua bulan terakhir sudah terjadi 586 kejadian bencana,” jelas Medi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin.

Selain kerugian materi, bencana di Indonesia rata-rata menelan korban 600-700 orang per tahun. “Jika laju kerusakan lingkungan dan alam tidak dicegah, diprediksi 2-3 dekade ke depan bakal terjadi bencana besar.”

Oleh karena itu, lanjut dia, agar bencana hidrometeorologi tak lagi terulang, harus ada upaya menjaga vegetasi, konservasi, dan ekosistem alam dari sekarang.

Kemarin, kejadian bencana yang paling menonjol terjadi di Jember, Jawa Timur. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan badan jalan nasional, yakni Jalan Sultan Agung, ambles. Sebanyak sembilan ruko yang berada di pinggir jalan itu pun ambrol.

“Bencana ini membuat badan jalan sepanjang 43 meter dengan lebar 10 meter ambles menutup aliran sungai. Dinding dan bangunan sembilan ruko juga terbawa,” ungkap Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Heru Widagdo.

Ia menyatakan hujan deras membuat aliran Sungai Kalijompo membesar dan menggerus lahan di bantaran. Akibatnya, tanah daratan mengalami penurunan dan terjadi retakan.

Bupati Jember Faida mengaku akan segera mengevakuasi bangunan ruko yang menutup aliran sungai. “Ruko ini milik pemkab. Harus dievakuasi dari sungai sehingga tidak membuat aliran sungai meluap,” jelasnya.

Pemkab Jember sudah menetapkan status siaga bencana yang akan berlangsung hingga 20 hari ke depan.  

Tanah ambles juga terjadi di jalan nasional ruas Brebes-Purwokerto, Jawa Tengah, di wilayah Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Tanah ambles dan retak sepanjang 10 meter itu membuat hanya setengah badan jalan yang bisa dilalui kendaraan.

“Sudah saya sampaikan ke Dinas Bina Marga Jawa Tengah agar segera ditangani,” ungkap Kapolsek Paguyangan AK Suroto.

Bencana juga masih merundung Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pemerintah kabupaten pun menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor yang berlaku hingga 31 Mei. “Setidaknya ada 23 kecamatan jadi langganan banjir jika hujan deras,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Eman Sulaeman.

Tidak hanya di Jawa, banjir juga melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Akibatnya, jembatan darurat yang menghubungkan Kelurahan Naikoten dan Airnona di Kecamatan Kota Raja putus tersapu banjir.

“Banjir setinggi 3 meter ini terjadi karena intesitas hujan yang tinggi dan gorong-gorong yang tersumbat sampah,” kata Camat Rudi Abubakar. (DG/UA/JI/UL/PO/BB/LD/YP/RF/N-2)

BERITA TERKAIT