02 March 2020, 23:40 WIB

Peluang Joe Biden kembali Terbuka


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PETE Buttigieg akhirnya mundur dari ajang perebutan kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat. Langkah tersebut juga dinilai membuka peluang untuk Joe Biden, yang sama-sama berhaluan tengah, untuk menang mengalahkan Bernie Sanders yang berhaluan kiri.

Keputusan mengejutkan dari pria 38 tahun pada Minggu (1/3) itu akan meramaikan dunia politik AS di saat warga di 14 negara bagian akan memberikan suara mereka dalam apa yang diistilahkan sebagai Super Tuesday.

Pilihannya itu juga diperkirakan menjadi pendorong untuk kecemerlangan Biden. Mantan Wakil Presiden AS berusia 77 tahun itu sebelumnya berhasil merebut suara terbanyak pada voting primer di South Carolina pada pekan lalu. Pemenang dari Demokrat nantinya akan berhadapan dengan Donald Trump dari Partai Republik pada Pemilu bulan November 2020.

“Faktanya adalah kesempatan bagi saya sudah menipis,” ungkap Buttigieg, seorang veteran militer AS dan mantan Wali Kota South Bend, ketika berpidato di hadapan pendukungnya di Indiana.

Meski tidak menyebut nama Sanders, sebelumnya Buttigieg secara terbuka telah menyatakan bahwa pendekatan politik ala Sanders yang tidak fleksibel akan gagal jika menghadapi Trump.

“Kita perlu agenda yang bisa diterima semua pihak, bukan yang hanya mengandalkan ideologi,” ungkapnya.

Meski demikian, Buttigieg juga tidak menyatakan mendukung Biden atau kandidat lain dari Demokrat.

Awalnya Buttigieg tampil gemilang dengan menang di kaukus Iowa. Ini mengundang perhatian publik terhadap pendekatannya yang lebih profesional di tengah debat nominasi.

Namun, langkahnya lalu terpuruk dengan hanya meraih urutan ketiga di Nevada. Hasil lebih buruk lagi diterimanya di South Carolina. Itu membuktikan Buttigieg kesulitan membangun koalisi yang lebih luas, termasuk gagal meraih suara dari pemilih berkulit hitam yang merupakan basis Demokrat.

Mundurnya Buttigieg disambut baik kandidat lainnya. Biliuner Michael Bloomberg, yang sudah mengeluarkan biaya fantastis dari kantong pribadi sampai US$500 juta untuk berkampanye, menyebut Buttigieg sudah membuat sejarah. Di sisi lain, banyak pendukung Buttigieg men­cemooh Bloomberg yang mereka sebut berusaha menang hanya dengan dasar kekayaan pribadi.

Adapun Biden memuji Buttigieg atas kampanyenya yang berlandaskan keberanian dan kejujuran.

Peluang Biden

Kemenangan besar Biden di South Carolina pekan lalu telah membuka kembali peluang yang sempat tertutup akibat hasil buruk di tiga negara bagian sebelumnya. Biden meraih 48% suara, jauh lebih banyak daripada Sanders dengan 20% suara. Ini menandakan Biden akan menjadi pesaing utama dari Sanders yang diperkirakan akan menang di California.

“Beberapa hari yang lalu, peluang saya dinyatakan tipis sekali oleh para pengamat dan wartawan. Tapi sekarang, berkat Anda warga Demokrat di South Carolina, saya kembali berpeluang. Nanti di Virginia, Anda juga bisa menjadi bagian dari upaya mengalahkan Donald Trump,” ujar Biden di hadapan warga di Norfolk, Virginia.

Namun, para pengamat masih meragukan Biden. “Pertanyaan terbesarnya ialah a­pakah kemenangan di South Carolina bisa diteruskan Biden di Super Tuesday,” ungkap Larry Sabato, direktu Center for Politics at the University of Virginia.

Hasil buruk di South Carolina juga mendorong biliuner Tom Steyer mundur dari perebutan kandidat capres Demokrat. Meski sudah mengeluarkan dana US$23 juta, Steyer hanya meraih 11% suara.

Tekanan kini terarah kepada kandidat yang tersisa, termasuk Senator Elizabeth Warren dan Amy Klobuchar, untuk mundur mengikuti jejak Buttigieg dan Steyer lalu memberikan dukungan mereka untuk calon tunggal. (AFP/X-11)

BERITA TERKAIT