02 March 2020, 20:54 WIB

Dampak Virus Korona ke Perekonomian Daerah Perlu Diantisipasi


Indriyani Astuti | Ekonomi

PEMERINTAH akan melakukan upaya antisipasi terhadap dampak merebaknya virus korona COVID-19 ke perekonomian daerah. Hal itu menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian karena adanya dampak terhadap hubungan ekspo-impor Indonesia terhadap negara yang terjangkit virus korona.

Hal itu ditegaskannya saat menghadiri Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Sentul, Bogor, Senin (2/3).

Tito menjelaskan, industri yang punya keterkaitan dengan negara yang terkena virus korona, seperti Tiongkok, perlu dilindungi. Pasalnya, banyak pabrik di Tiongkok yang belum berjalan maksimal karena wabah virus korona.

“Sehingga negara-negara yang memiliki hubungan ekspor-impor, itu akan terdampak semua. Nah, Indonesia adalah negara yang merupakan partner nomor satu bagi kita untuk impor itu adalah Tiongkok,” kata Mendagri.

Di Jabar, lanjut Tito, banyak sekali komoditas yang diimpor dari Tiongkok seperti bahan-bahan pabrik di Indonesia.

Baca juga : Menkeu Anggota G20 Bahas Dampak Virus Korona Terhadap Ekonomi

“Katakanlah tekstile. Tekstile gak ada, produksi dalam negeri kurang, maka pabrik tekstile, garmen di Jawa Barat akan terdampak. Produksi menurun. Begitu produksi menurun, biaya untuk membiayai cost operasional kurang, pengangguran akan terjadi. Kalau sudah begitu akan ada gejolak sosial.”

Selain impor, dampak Korona juga mulai juga berdampak pada ekspor barang dari Indonesia ke Tiongkok.

Dampak lainnya terhadap daerah ialah sektor pariwisata. Tiongkok menjadi salah satu negara penyumbang turis ke beberapa daerah di Indonesia seperti Manado, Bali, dan Kepulauan Riau.

Menurutnya,, kunjungan ke daerah wisata menjadi berkurang karena efek psikologis dari wabah virus korona. Karena itu, pemerintah daerah diminta untuk membantu mempromosikan destinasi pariwisata di masing-masing daerah.

“Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota segera dibelanjakan supaya uang beredar di masyarakat,” pungkas Mendagri. (OL-7)

BERITA TERKAIT