02 March 2020, 19:35 WIB

Petani di Tasikmalaya Dibuat Resah oleh Isu Peredaran Pupuk Palsu


Adi Kristiadi | Nusantara

Musim tanam perdana pada awal tahun 2020, petani di berbagai daerah sudah melakukan berbagai langkah terutamanya mengantisipasi kesediaan pupuk. Kini, petani di Tasikmalaya sudah membuat resah beredarnya pupuk urea palsu dan hingga sekarang ini belum adanya tindakan dari penegak hukum.
 
Ketua Gerakan Petani Mandiri Indonesia, Jawa Barat, Yuyun Suyud mengatakan, pada musim tanam hingga pemupukan, petani di beberapa daerah terutamanya di Tasikmalaya menduga distribusi pupuk palsu mulai masuk. Tetapi sampai sekarang belum ada tindakan dari aparat penegak hukum maupun Dinas terkait. Karena, beredarnya pupuk palsu tersebut saat ini sulit bagi petani untuk membedakannya.

"Saya sebagai petani tidak akan menyebutkan di mana lokasi penjualannya, karena sekarang ini kami tidak memiliki kewenangan. Namun, para petani meminta penegak hukum hingga dinas pertanian agar segera bertindak jangan berpangku tangan terkait permasalahan pupuk tersebut tapi segera menindak penjual pupuk palsu yang sekarang sudah beredar," katanya, Senin (2/3/2020)

Yuyun mengatakan, beredarnya pupuk palsu itu bukan di Jawa Barat saja tetapi produsen pupuk diminta segera turun tangan memberi edukasi kepada petani agar bisa membedakan mana pupuk palsu dan mana pupuk asli. Akan tetapi, para petani yang sudah membeli pupuk secara kasat mata memang susah dibedakan mana pupuk asli. Karena, beredarnya pupuk itu bisa mengancam gagal panen dan sekarang ini menjadi kekhawatiran bagi mereka.

"Peredaran pupuk palsu di Kota Tasikmalaya tersebut disinyalir memanfaatkan kelangkaan pupuk bersubsidi di sebagian wilayah berada di Kota Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Banjar, Pangandaran dan daerah lain dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dengan membuat pupuk palsu dan mengedarkannya ke petani dengan harga miring," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengungkapkan, pihaknya selama ini baru mendengar terkait adanya peredaran pupuk palsu telah beredar di Tasikmalaya, tapi untuk mengantisipasi peredaran pupuk palsu, dirinya akan segera memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tasikmalaya untuk melakukan antisipasi.

"Kami akan instruksikan Distan bekerja sama dengan polisi untuk melakukan antisipasi itu agar jangan sampai petani dirugikan. Karena, sekarang ini sedang menggenjot produktivitas lahan pertanian di Kota Tasikmalaya terutama untuk pemenuhan pangan khususnya beras mengingat Kota Tasikmalaya sendiri memiliki lahan terbatas tetapi semuanya itu tetap harus mampu mengoptimalkan lahan agar hasilnya bisa optimal," paparnya. (AD/OL-10)

BERITA TERKAIT