01 March 2020, 10:10 WIB

Harmoni Keindahan Alam dan Teknologi Digital di Bukit Peramun


Eni Kartinah | Humaniora

DUDUK di bongkahan kayu, Bagus berpose santai. Senyumnya mengembang, sorot matanya mengarah ke kamera ponsel yang dipegang rekannya. “Geser kanan dikit, yak.. oke, sudah pas,” kata temannya memberi instruksi.

Usai berfoto, mereka mengamati hasilnya. Foto di layar ponsel itu unik, Bagus terlihat duduk di depan rumah hobbit, salah satu jenis  makhluk fiktif dalam karya fantasi Tolkien. Rumah makhluk kerdil itu sejatinya tak nyata. Namun, di foto, rumah mungil itu tampak berpadu harmonis dengan pemandangan riil di tempat Bagus berpose, yakni rimbunan pepohonan hutan Bukit Peramun.

“Fotonya jadi seperti ini karena memakai aplikasi spot foto virtual yang disediakan di sini,” ujar Ketua Komunitas Arsel, Adie Darmawan, pada peluncuran aplikasi Peramun Hill, di Bukit Peramun, Belitung, Jumat (28/2).

Bukit Peramun merupakan salah satu destinasi wisata di Belitung. Destinasi ini berupa bukit berhutan hijau dengan batu-batu granit berukuran besar. Di hutan itu tumbuh aneka jenis pohon dan hewan, termasuk satwa langka tarsisius. Pengembangan Bukit Peramun dilakukan oleh masyarakat setempat bersama pemda, juga pihak swasta yakni Bank Central Asia (BCA) melalui program Bakti BCA.

Adie Darmawan yang mewakili komunitas pengelola Bukit Peramun menjelaskan, dalam pengembangan destinasi wisata itu, pihaknya terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

“Dari riset kami, kaum muda umumnya kurang suka dengan wisata hutan. Hal itu memicu kami, bahwa Bukit Peramun ini harus dikemas berbeda. Muncullah ide pengembangan wisata berbasis digital, namun dengan tetap mempertahankan keaslian alamnya,” terang laki-laki yang akrab disapa Adonk ini.

Dari ide itu, lanjut Adie, sejak 1,5 tahun lalu pihaknya mengembangkan sejumlah aplikasi. Yakni, Virtual Zoo, Kepo (Kenali Pohon), Spot Foto Virtual, Online Maps Navigation, dan Peramun Hill.

“Untuk aplikasi Peramun Hill dapat diunduh di Google Play Store. Aplikasi ini menghadirkan berbagai fitur yang memberikan gambaran keindahan alam Bukit Peramun serta virtual guide bagi pengunjung,” tutur Adie.

Ia berharap kehadiran aplikasi-aplikasi digital itu semakin menambah daya tarik Bukit Peramun yang saat ini dikunjungi seribuan wisatawan per bulan. “Sekitar 60 persennya merupakan wisatawan mancanegara,” imbuh Adie.

Pada kesempatan sama, Wakil Presiden Direktur BCA Armand W Hartono mengungkapkan, Bukit Peramun merupakan satu dari 12 desa wisata binaan BCA. Pendampingan oleh BCA dalam pengembangan Bukit Peramun dilakukan sejak 2018. Mulai dari memfasilitasi beberapa pelatihan, melengkapi sarana prasarana, juga pengembangan aplikasi digital tersebut.

"Aplikasi ini menjawab tren masyarakat zaman now, khususnya generasi milenial dan Gen Z dengan gaya hidup yang serba digital. Peluncuran aplikasi ini juga bagian dari partisipasi nyata BCA dalam fungsi tanggung jawab sosial untuk mengembangkan Bukit Peramun sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia,” kata Armand.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Ishak Meirobie menegaskan, pihaknya serius mengembangkan sektor pariwisata. Terlebih, Belitung memiliki potensi besar berupa obyek wisata alam yang sangat indah. Ia pun mengapresiasi BCA yang membantu pengembangan wisata Belitung seperti BCA. “Kami sedang bergeser, dari yang semula mengandalkan sektor pertambangan sebagai sumber utama penghasilan ke sektor-sektor lain termasuk pariwisata,” ujarnya. (Nik/OL-09)

BERITA TERKAIT