02 March 2020, 18:28 WIB

Oeang Republik Indonesia Daerah Ikut Jaga Eksistensi RI


Wisnu Arto Subari | Humaniora

BUKU ORIDA: Oeang Republik Indonesia Daerah 1947-1949 yang ditulis oleh Suwito Harsono dan Michell Suharli resmi diluncurkan di Lake View Cafe, Gading Serpong, Tangerang, Banten, pada Rabu (2/3/2020) ini. Buku tersebut diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Michell Suharli menuturkan, produksi dan distribusi Oeang Republik Indonesia (ORI) sempat terhenti dan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi mengizinkan daerah-daerah untuk menerbitkan dan mendistribusikan uang atau alat pembayaran lokal.

"Izin itu lahir sebagai akibat dari Agresi Militer Belanda. Produksi dan distribusi Oeang Republik Indonesia Daerah sekaligus menjadi bukti ORIDA dalam perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari upaya kembalinya penjajah Belanda pasca-proklamasi kemerdekaan," kata Michell saat membuka acara peluncuran Buku ORIDA.

Baca juga: Dibuka Besok, Gedung Perpusnas Baru dengan Koleksi 2,6 Juta Buku

Dalam situasi darurat yang mengancam Kemerdekaan Republik Indonesia saat itu, kata dia, penerbitan ORIDA mengandung makna tentang eksistensi dan kedaulatan Republik Indonesia.

"Masyarakat internasional memahami bahwa sebuah negara merdeka memiliki mata uang tersendiri dan pengakuan kedaulatan dari negara lain ketika mata uang sebuah negara memiliki nilai tukar (kurs) terhadap mata uang negara-negara lain," lanjut Michell.

Suwito Harsono menambahkan, buku tersebut mulai ditulis pada saat deklarasi pendirian MNI yaitu 2 Maret 2018, penulisannya selesai bertepatan pada Hari Uang Nasional yakni tanggal 30 Oktober 2019.

"Dan akhirnya mulai dijual umum pada tanggal 2 Maret 2020 atau tepat 3 tahun sejak dimulai," terang Suwito.

Baik Michell dan Suwito mengatakan, buku ORIDA dapat menjadi referensi nasionalisme generasi penerus bangsa. Kedua penulis juga mendorong pemerintah untuk menerbitkan uang peringatan (commemorative) 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

"Terakhir sebagai pendiri MNI (Masyarakat Numismatik Indonesia), kami berharap pemerintah berperan lebih banyak untuk membangun bidang numismatika," timpal Michell.

Numismatika adalah kegiatan atau studi mengumpulkan mata uang, termasuk: koin, token, uang kertas dan benda-benda terkait lain. Numismatika mempelajari, antara lain, sejarah mata uang itu sendiri, cara pembuatan, ciri-ciri, variasi hingga sejarah politik terbentuknya mata uang tersebut. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT