02 March 2020, 16:29 WIB

35 Warga Palembang Masuk Daftar Pantauan Dampak Korona


Dwi Apriani | Nusantara

SEBANYAK 35 warga Kota Palembang masuk daftar pengawasan terdampak virus korona.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Palembang, Ayus mengatakan, jumlah tersebut sesuai notifikasi yang diberikan oleh Dinkes Provinsi Sumatra Selatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

"Saat ini sudah ada 35 yang dalam pemantauan kita, sesuai notifikasi dari KKP/Dinkesprov/RSMH," katanya, Senin (2/3).

Sesuai arahan dari Kemenkes RI bahwa sampai saat ini, pihaknya, memastikan deteksi dini dan respon cepat tindakan screening di pintu-masuk negara, sebagai kewenangan KKP masih dilakukan.

Terutama, pada pemantauan pelaku perjalanan dari negara terjangkit berdasarkan notifikasi dari KKP dan Dinkes prov serta RS rujukan nasional (RSMH), pemantauan kesehatan dilakukan setiap hari selama 14 hari terhadap pelaku perjalanan dan dilakukan komunikasi risiko termasuk utk isolasi diri selama 14 hari.

"Kemudian langkah lain sebagai lanjutan deteksi adalah melakukan rujukan kasus ke RS rujukan nasional (RSMH) jika dlm pemantauan terdapat gejala pneumonia, serta melakukan sosialisasi terkait penyakit COVID-19 dan cara mencegahnya ke masyarakat baik penyuluhan langsung maupun melalui media sosial," ujarnya.

Lalu, melakukan pertemuan koordinasi dengan OPD terkait yang berhubungan langsung dengan potensi risiko dan pembentukan tim kewaspadaan COVID-19 tingkat kota sebagai bagian dari langkah antisipasi pencegahan.

Ia menjelaskan, untuk di kota Palembang penguatan SDM tentang COVID-19 dan distribusi bahan habis pakai alat pelindung diri untuk tim kesehatan yang melakukan pemantauan juga kita maksimalkan.

"Saat ini langkah konkret telah dilakukan meski dalam bentuk draft dan tengah proses ditandatangani Walikota. Tapi pertemuan koordinasinya sudah dilakukan dipimpin langsung oleh ibu Wawako Palembang," tandasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT