02 March 2020, 15:23 WIB

Tol Palembang-Kayu Agung akan Dibuka Pertengahan Maret


Dwi Apriani | Ekonomi

PEMBANGUNAN fisik jalan tol Palembang-Kayu Agung sepanjang 33,5 kilometer telah selesai 100%. Namun, PT Sriwijaya Waskita  pengelola jalan tol tersebut belum tahu pasti kapan dioperasikan untuk umum. Sebab masih menunggu jadwal peresmian dari Presiden RI Joko Widodo ataupun Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono. Dijadwalkan petengahan Maret tahun ini bisa diresmikan sekaligus dibuka untuk umum.

"Peresmian tol Palembang-Kayu Agung diperkirakan di minggu kedua bulan ini," kata Kepala Proyek Seksi 1 Tol Palembang-Kayu Agung, Gunawan Joko, Senin (2/3).

Ia mengatakan meski belum diresmikan, ruas tol bagian dari Tol Trans Sumatra ini pernah dibuka untuk fungsional Hari Raya Idul Fitri dan Natal 2019 lalu.


"Kita tidak bisa buka kalau belum diresmikan. Untuk peresmian itu menunggu pemerintah pusat, jadi mau diresmikan pak Jokowi atau Menteri atau siapapun itu keputusannya di pemerintahan," ungkapnya.

Menurut Gunawan, secara aturan memang harus menunggu diresmikan dulu baru boleh dibuka. Sebelum diresmikan tidak akan dibuka. Jadi masih diangap masa kontruksi dan belum ada tim untuk pengamanan.

"Lalu untuk PJR juga belum ada, jadi kalau sampai ada kecelakaan tentu kita yang salah karena dibuka sebelum diresmikan," katanya.

Terkait berapa besar tarif tolnya, Gunawan tidak bisa menjawab. Menurutnya masalah soal tarif masih dibahas.
 
Sementara itu secara progres, kata Gunawan, tol Palembang-Kayu Agung sepanjang 33,5 km ini dipastikan sudah 100 persen. Dan tidak ada pengerjaan lagi. Bahkan beberapa titik yang dilaporkan pernah rusak akibat fungsional pun kini sudah selesai dikerjakan dan dipastikan mulus.

"Saat diresmikan nanti pintu keluar masuk tol nya ada di KM 358. Namun ini sifatnya temporary, karena yang permanen ada di STA 42 yang masih dalam proses pengerjaan," bebernya.

Untuk pintu keluar masuk tol yang dibuat temporary ini ada tiga pintu masuk dan tiga pintu keluar. Lokasinya ada di Desa Pedu, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Setelah yang permanen selesai, kata dia, baru yang temporary ini akan ditutup.

"Untuk pintu keluar masuk tol ini bisa melewati dari Jakabaring lurus terus melewati OPI Mal dan melewati simpang Empat Tegal Binangun lalu bertemu simpang Empat Sungai Pinang Belok ke kanan sejauh 1 kilometer," jelasnya. (OL-13)

BERITA TERKAIT