02 March 2020, 14:39 WIB

Jalan Sepanjang 43 Meter di Jember Longsor


Usman Afandi | Nusantara

JALAN Sultan Agung sepanjang 43 meter lebar 10 meter di Lingkungan Kalijompo, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, longsor, Senin (2/3).

Dilaporkankan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sembilan ruko ambruk serta sebagian badan sungai tertutup longsoran.

Kepala Badan Penagulangan Bencana Daerah, Kabupaten Jember, melalui Bidang Kedaruratan dan logistik, Heru Widagdo mengatakan, kejadian itu diduga karena intensitas curah hujan yang begitu tinggi, sejak awal 2019 yang lalu, mengakibatkan bantaran aliran Sungai Kalijompo, tepatnya di area jalan raya sultan agung tergerus, hingga mengalami penurunan tanah dan retakan.

''Untuk korban jiwa tidak ada, Saat ini, kami masih melakukan proses penaganan,'' kata Heru, Senin (2/3).

Selain sembilan ruka, kata Heru tanah longsor tersebut juga mengakibatkan pipa saluran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terputus, bukan hanya itu saja jaringan PLN dan Telkom juga ikut terputus.

Salah satu warga sekitar, Mahfud  mengungkapkan, kejadian tanah longsor di Jalan Raya Sultan Agung, terjadi sekitar pukul 04:00 WIB.

Dia menjelaskan, kawasan tersebut juga merupakan pusat keramaian di kabupaten Jember, selama hampir 24 jam setiap harinya, kawasan itu terdapat pedagang sayur yang menjual dagangannya.

''Saat itu sedang turun hujan gerimis, tiba-tiba ada suara benturan keras, tenyata ruko bangunan roboh, untung saja saat itu tidak ada penjual sayur yang kebetulan di sana," papar Mahfud.

Sementara itu Asisten Bidang Perekonomian Pemerintah kabupaten Jember, Arismaya Parahita saat di lokasi kejadian mengatakan, sejauh ini Pemkab Jember belum akan mengambil upaya perbaikan.

Sebagai langkah sementara, Pemkab Jember akan mengupayakan evakuasi terhadap isi pertokoan di sekitar jembatan yang roboh.

''Kita masih menunggu petunjuk bupati, untuk Jembatan jompo, di atasnya berdiri aset-aset pemda. Kita dalam waktu cepat sudah menyiapkan armada umum untuk membantu mengangkut  barang-barang yang ada di dalam pertokoan," kata Arismaya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT