02 March 2020, 12:41 WIB

Inflasi Februari 2020 Sebesar 0,28%


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi sebesar 0,28% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 104,62 pada Februari 2020. Angka itu lebih rendah ketimbang Januari 2020 sebesar 0,39%.

"Inflasi Februari memang lebih rendah jika dibandingkan dengan Januari 2020. Namun, bila dibandingkan dengan Februari 2019, kali ini lebih tinggi, karena pada Februari 2019 terjadi deflasi," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti dalam konferensi pers di kantornya, Senin (2/3).

Bila dilihat dari tahun kalender, tercatat inflasi sebesar 0,66% dan bila dilihat secara tahunan (yoy/year on year) terjadi inflasi sebesar 2,98%.

Yunita menambahkan, dari 90 kota yang disurvei, 73 kota mengalami inflasi sedangan 17 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 1,21% dengan IHK sebesar 109,73%. Sedangkan inflasi terendah ialah di Pare-pare sebesar 0,02% dengan IHK 103,82.

Sementara itu, defasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,20% dengan IHK sebesar 103,66. Lalu deflasi terendah terjadi di Padangsidimpuan sebesar 0,01% dengan IHK sebesar 104,01.

Baca juga: Skotlandia Konfirmasi Kasus Pertama Virus Korona

"Infasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi paling tinggi sebesar 0,95%. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi tertinggi ialah kelompok transportasi sebesar 0,37%," jelas Yunita.

Deflasi pada kelompok transportasi, imbuh Yunita, terjadi karena adanya penurunan harga bahan bakar minyak pertamax dan pertamax turbo yang memberi andil sebesar -0,03% serta penurunan harga tiket pesawat andilnya pada deflasi sebesar 0,03%.

Sedangkan bila dilihat dari komponennya, terjadi inflasi pada komponen inti sebesar 0,14% dan memberi andil pada inflasi Februari 2020 sebesar 0,09%. Komponen bergejolak juga mengalami inflasi sebesar 1,27% dan andilnya sebesar 0,21%.

"Untuk harga diatur pemerintah memberi sumbangan deflasi -0,11% dan andilnya -0,02%. Harga yang diatur pemerintah ini mengalami deflasi karena penurunan harga bensin. Komponen energi ini memberikan deflasi, bensin turun tapi bahan bakar rumah tangga itu naik," pungkas Yunita. (Mir/A-3)

BERITA TERKAIT