02 March 2020, 12:26 WIB

Pengawasan Warga DKI Terkait Korona Sesuai Protap


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Kesehatan DKI Jakarta menyebut proses pemantauan dan pengawasan yang dilakukan terhadap 147 warga sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap) dan SOP dari Kementerian Kesehatan.

Pemantauan menurutnya dilakukan terhadap 115 warga yang sebelumnya mengalami gejala penyakit yang disebabkan oleh virus korona seperti batuk dan demam.

"Itu sudah sesuai protap dan SOP Kemenkes. Bila ada gejala maka kita pantau. Tapi 115 orang ini adalah data akumulasi sejak Januari hingga 28 Februari kemarin. Mereka negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota, Senin (2/3).

Sementara itu, sebanyak 32 warga yang diawasi karena memiliki gejala penyakit lebih lanjut selain batuk dan demam yakni sesak napas dan harus dirawat di RS rujukan.

Namun, Widyastuti menyebut dari 32 orang yang diawasi, sebagian besar sudah boleh pulang karena sudah sembuh. Sementara itu sisanya 10 orang masih dirawat.

"Kalau sudah sembuh ya sudah pulang. Kalau belum ya masih dirawat," tegasnya.

Data-data yang diberikan serta prosedur yang dilakukan pun tidak ada yang berlawanan dengan arahan Kemenkes.

"Kami kan sebagai jejaring ya harus melakukan sesuai SOP dan protap yang ada," tegasnya.

Sebelumnya, Menkes Terawan Agus Putranto membantah pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut ada warga yang dipantau kesehatannya karena terindikasi virus korona. (OL-2)

BERITA TERKAIT