02 March 2020, 11:34 WIB

Pemerintah Diminta Buka Data Penanggulangan Virus Korona


Anggitondi Martaon | Humaniora

PEMERINTAH diminta membuka data terkait penanggulangan virus korona (COVID-19). Hal itu perlu dilakukan untuk menjawab keraguan dunia.

"Saya minta kementerian kesehatan tidak menutup data-data kondisi real yang ada di Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh, Senin (2/3).

Menurutnya, eksekutif, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes), belum sekali pun menyampaikan data resmi penanggulangan virus korona di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Pemerintah Harus Tegaskan Status RI Terkait Virus Korona

"Secara resmi saya belum melihat pernyataan dari Menkes (Menteri Kesehatan) bahwa ada beberapa orang yang masuk observasi karena suspect korona seperti yang disampaikan Anies Baswedan," ungkap dia.

Jangan sampai sikap pemerintah yang cenderung tertutup itu lantas membuat masyarakat terlena. Dia tidak ingin sikap tersebut justru membuat masyarakat terlena.

"Jangan sampai masyarakat dininabobokan dengan berfikir tidak ada orang yang kena korona, tapi ternyata kondisinya seperti itu," ujar dia.

Kasus virus korona berkembang cukup cepat. Hingga saat ini, virus tersebut sudah masuk ke 64 negara.

Jumlah kasus yang telah terkonfirmasi di seluruh dunia sebanyak 86.986. Dari jumlah tersebut, angka kematian mencapai 2.979 kematian. Sementara 42.294 pasien berhasil disembuhkan. (OL-1)

BERITA TERKAIT